warta mabid ibadah 29 Desember 2019

Belum ada komentar 742 Views
Persembahan Bunga Mimbar
Desember 2019
29 Desember  : Mabid Ibadah31 Desember : R. L. 
Januari 2020
1 Januari 20   : Panitia Natal5 Januari 20    : Mabid Ibadah12 Januari 20 : F. B. S.
19 Januari 20 : D. M.26 Januari 20  : H. T. P. S. 

Bagi Jemaat dan Simpatisan GKI Pondok Indah yang tergerak hatinya dan bersedia untuk menyumbangkan bunga mimbar dalam Ibadah Minggu/Hari Raya Kristen, dapat menghubungi kantor gereja. Berikut ini tanggal persembahan bunga yang belum ada penyumbangnya di tahun 2020:

BulanTanggalBulanTanggalBulanTanggal
Februari2, 16, 23Juli5, 12Oktober4, 18
Maret8Agustus2, 30November1
April 10, 12, 19September20, 27Desember27
JADWAL PELAYANAN KOMISI SEMAWI GKI PONDOK INDAH

JANUARI 2020

TGLJAMPEMADAHPEMANDUPEMUSIK
1206.00PS GraciaCOGCOG 
08.00Mannenkoor
10.30Kol. EklesiaChocolateChocolate
17.00Kol. HosianaKATKAT
1906.00PS Wil. Pondok IndahTutti FrutiTutti Fruti 
08.00PS Agape
10.30OK KidungBilanganBilangan
17.00PS Wil. Lebak Bulusdotsdots
2606.00Kol. PhiliaEAPEAP 
08.00Kol. Gloria
10.30PS EfataIbu Magda, ThessaNetty & Tita
17.00PS SerafimSunday KnightsSunday Knights

Kalender Gerejawi
TANGGALKEGIATAN
Selasa, 24 Desember 2019 – 16:00 & 19:00Malam Natal
Rabu, 25 Desember 2019 – 08:00 & 10:30Natal
Selasa, 31 Desember 2019 – 16:00 & 19:00Malam Tahun Baru & Perjamuan Kudus 2019
Rabu, 1 Januari 2020 – 08:00Tahun Baru 2019
Sakramen Perjamuan Kudus

Sakramen Perjamuan Kudus
Pada hari Selasa, 31 Desember 2019 di GKI Pondok Indah dalam kebaktian pukul 16:00 & 19:00 WIB; di Bapos Telaga Kahuripan bergabung dengan Bapos Desa Kemang pukul 18:00 WIB di Desa Kemang akan dilayankan Perayaan Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus ini juga terbuka bagi anak-anak yang sudah menerima sakramen baptis. Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri secara bersama-sama.

  1. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan Perjamuan Kudus untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di surga.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa dan kebenaran-Nya yang membarui hidup Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, sampai dengan kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan kehidupan Saudara?
  2. Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara menghayati bahwa Kristus adalah kepala seluruh kehidupan Saudara, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa Saudara adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?
  3. Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kitapun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kritus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, Saudara mau berkurban dan menjadi berkat bagi sesama Saudara?
    • Apakah Saudara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus ditengah dunia, Saudara menjadi mata dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah sesama Saudara?
    • Sudahkah Saudara menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan Saudara? Sudahkah Saudara menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus tersebut.

* Tamu dari Gereja lain mohon mengisi formulir warna hijau, untuk dikirim ke gereja asal.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Warta Majelis Bidang Ibadah
Kegiatan