warta mabid ibadah 18 Agustus 2019

Belum ada komentar 659 Views
Persembahan Bunga Mimbar
18 Agustus 2019Mabid Ibadah
25 Agustus 2019S. W

Bagi Jemaat dan Simpatisan GKI Pondok Indah yang tergerak hatinya dan bersedia untuk menyumbangkan bunga mimbar dalam Ibadah Minggu/Hari Raya Kristen, dapat menghubungi kantor gereja.

Tema Ibadah
TEMA BESAR: SEMUA DISAMBUT (ALL ARE WELCOME)
25-AgustusYer. 58:9-14; Mzm. 103:1-8; Ibr. 12:18-29; Luk. 13:10-17Sambutlah Sesamamu
Pelayanan Komisi Semawi Gki Pondok Indah – SEPTEMBER 2019
TGLJAMPEMADAHPEMANDUPEMUSIK
106.00PS HaleluyaOhannaOhanna
08.00PS Haleluya
10.00Kol. Ebenhaezer
17.00Kol. EklesiaIbu Magda, Ibu Debby, PiereTita, Ibu Dian Aryanti, Steven, Adrial, Steeven, Billy
806.00PS GraciaBilanganBilangan
08.00Mannenkoor
10.00SMPK TM
17.00Kol. HosianaSunday KnightsSunday Knights
1506.00PS Wil. Pondok IndahTutti FrutiTutti Fruti
08.00PS Agape
10.00OK Kidung + SDK Tirtamarta
17.00PS Wil. Lebak BulusDian, Piere, Utha, GabyPemuda Remaja
2206.00Kol. PhiliaDian N, Bp Manulang, Bp Ferry,Ibu LydiaDani, Netty, Monica, Adit, Salmon, Ezra
08.00Kol. Gloria
10.00Santana
17.00PS SerafimBilanganBilangan
2906.00 E.A.PE.A.P
08.00 
10.00SMAK Tirtamarta
17.00VG ShemaYessi, Felice, MichaAlex, Jojo, Nancy
Sakramen Perjamuan Kudus

Sakramen Perjamuan Kudus
Pada hari Minggu, 18 Agustus 2019 di GKI Pondok Indah dalam kebaktian pukul 06.00, 08.00, 10.30 dan 17.00; di Bapos Telaga Kahuripan pukul 07:00 WIB dan Bapos Desa Kemang pukul 09:30 WIB akan dilayankan Perayaan Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus ini juga terbuka bagi anak-anak yang sudah menerima sakramen baptis. Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri secara bersama-sama.

  1. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan Perjamuan Kudus untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di surga.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa dan kebenaran-Nya yang membarui hidup Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, sampai dengan kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan kehidupan Saudara?
  2. Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara menghayati bahwa Kristus adalah kepala seluruh kehidupan Saudara, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa Saudara adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?
  3. Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kitapun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kritus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, Saudara mau berkurban dan menjadi berkat bagi sesama Saudara?
    • Apakah Saudara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus ditengah dunia, Saudara menjadi mata dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah sesama Saudara?
    • Sudahkah Saudara menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan Saudara? Sudahkah Saudara menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus tersebut.

* Tamu dari Gereja lain mohon mengisi formulir warna hijau, untuk dikirim ke gereja asal.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Warta Majelis Bidang Ibadah
Kegiatan