Tuhan, Inilah aku

Tuhan, Inilah aku

Belum ada komentar 23 Views

Coba bayangkan, bahwa anda berjumpa dengan seorang asing. Lalu orang asing itu dengan sangat telak menunjukkan segala yang telah anda perbuat, termasuk segala kelemahan dan dosa anda. Apa reaksi anda? Saya hampir yakin, bahwa yang muncul adalah ‘mekanisme pertahanan diri’. Anda mungkin akan menyangkal. Anda mungkin akan menghentikan percakapan dengan orang asing itu. Atau mungkin anda akan meninggalkan dia.

Sungguh menarik, bahwa ketika Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria, siapapun dia. Khususnya ketika Yesus dengan sangat telak menunjukkan kehidupan pribadi perempuan itu, hal-hal yang seharusnya hanya diketahui oleh dia, justru hal itu yang menjadi awal dari perubahan hidupnya. Perempuan itu tidak menyangkal yang Yesus katakan. Ia justru kagum dengan pengetahuan Yesus itu dan menganggapnya sebagai nabi. Seolah, perempuan itu berkata:   ‘Tuhan, inilah aku’. Ini keberadaanku, ini hidupku, aku akui sejujurnya.

Melalui kisah perempuan Samaria ini kita melihat, bahwa karya Allah di dalam hidupnya dimulai justru dari kejujurannya menerima apa yang Yesus sudah bukakan. Kejujurannya untuk menerima hidupnya betapapun kelamnya. Keberaniannya untuk mengakui diri apa adanya. Tidak ada mekanisme pertahanan diri, sebuah pengakuan yang utuh. ‘Ini aku’.

Saudara, jika anda ingin karya Allah juga nyata dalam kehidupan anda, maka mulailah dengan membuka seluruh hidup anda kepadaNya. Ada banyak kehidupan dipulihkan, ada banyak luka batin disembuhkan, dan semua itu berawal dari kesediaan dan keberanian anda untuk membuka seluruh hidup anda, betapapun kelamnya.

Siapkah anda?

 

RDj.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bersyukurlah
    Bagaimana anda mengawali hari? Banyak perasaan dan situasi yang sangat mempengaruhi kita untuk memulai hari dengan ungkapan syukur. Meskipun...
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...