Tuhan Cinta Semua Bangsa!

Tuhan Cinta Semua Bangsa!

Belum ada komentar 604 Views

Iman adalah tangan kita yang menggenggam tangan Allah yang senantiasa terulur kepada umat manusia kekasih-Nya. Dan baptisan adalah tanda atau meterainya. Ia bukanlah atribut yang membedakan kita dari orang lain, apalagi yang menggolongkan kita lebih baik ketimbang orang lain di hadapan-Nya. Yang terakhir inilah yang sempat membuat Petrus ragu memenuhi undangan Kornelius untuk datang ke rumahnya. Maka dalam Kis. 10:15 Tuhan berfirman kepada Petrus: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Bacaan kita hari ini menjelaskan kepada kita semua bahwa apabila hewan yang diciptakan Allah saja tidak dinyatakan “haram” oleh-Nya, apalagi manusia, makhluk kekasih-Nya. Apapun, bahkan iman atau baptisan sebagai tandanya, tak bisa membenarkan atau memberi hak kepada seseorang untuk menyatakan bahwa orang lain, sesamanya, yang berbeda darinya, adalah “haram”.

Maknanya bagi kita kiranya jelas. Kalau Tuhan kita “tidak membedakan orang”, maka kita pun mestinya demikian. Namun upaya kita untuk tidak membedakan orang, mesti dimulai dari penghayatan yang jernih tentang kasih Tuhan yang tidak bisa dibatasi atau ditempatkan dalam kotak-kotak ciptaan kita sendiri.

“Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran, berkenan kepada-Nya” (Kis. 10:35). Pernyataan yang luar biasa, yang selalu harus kita refleksikan dengan sungguh-sungguh, dalam kerendah-hatian dan keterbukaan yang tulus.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...