Tuhan Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

Belum ada komentar 2824 Views

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Kehidupan ini seringkali menghadirkan saat-saat yang sulit untuk kita terima, seperti sakit-penyakit, kehilangan pekerjaan, atau kematian teman atau anggota keluarga kita. Pil pahit itu sulit untuk kita telan, dan itu seringkali membuat kita tersedak.

Yakinlah, Tuhan selalu merancangkan sesuatu yang baik dalam hidup Anda, bahkan saat Anda tak dapat melihatnya. Untuk mampu berpegang pada pengharapan di tengah masa-masa sulit, Anda harus memahami kebenaran ini. Alkitab mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).

Alkitab tidak mengatakan bahwa setiap peristiwa dalam hidup Anda akan berjalan baik. Anda dan saya sama-sama tahu itu tidak benar. Tetapi ketika Anda mulai menjalankan hidup dengan baik, maka setiap bagiannya saling bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Itu sama seperti membuat kue. Anda tak suka rasa dari masing-masing bahan, tetapi ketika semua bahan tersebut disatukan, hasilnya akan terasa enak. Tuhan ingin membuat kue yang luar biasa lezat dengan hidup Anda, dan Ia ingin memakai elemen-elemen yang tidak enak dan pahit tersebut demi kebaikan Anda.

Allah juga tidak berfirman bahwa segala sesuatunya saling bekerja seperti apa yang kita mau, atau bahwa setiap cerita akan berakhir bahagia.
Tidak semua kesepakatan bisnis akan berjumlah satu juta dolar.
Tidak semua pasangan menikah akan hidup bahagia selamanya.
Tidak semua anak akan menjadi kapten tim sepak bola.

Sebaliknya, ayat ini mengingatkan kita bahwa kita dapat benar-benar percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta membuat segala sesuatunya bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Pengharapan tidak sama dengan optimisme.

Itu bukan keyakinan bahwa sesuatu yang buruk akan menjadi baik. Itu juga bukan keyakinan mutlak bahwa setiap bagian hidup Anda pada akhirnya akan menjadi masuk akal dan Anda mengerti, terlepas di mana kita akan menghabiskan kekekalan kita kelak.

Anda bahkan tak bisa membayangkan kebaikan yang Tuhan telah persiapkan untuk Anda di masa depan.
Anda dapat memercayakan permasalahan Anda di saat ini dan di masa depan kepada-Nya, sebab Dia selalu bekerja untuk kebaikan Anda.

Renungkan hal ini:
– Apakah Anda percaya bahwa Tuhan dapat menggunakan pengalaman buruk dalam hidup Anda untuk kebaikan? Jika demikian, bagaimana hal itu terlihat dari cara Anda berbicara dengan orang lain tentang apa yang tengah Anda alami?
– Pengalaman mana dalam hidup Anda yang membuat Anda paling sulit untuk melihat hal-hal baik yang telah Tuhan buat untuk Anda?
– Bagaimana kematian Yesus di kayu salib menjadi salah satu contoh di mana Allah bekerja mendatangkan yang baik melalui situasi yang buruk?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8

Dari sudut pandang kita, hidup ini tampak kacau. Namun sudut pandang Allah dari surga tidak sama dengan sudut pandang kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...
  • Tradisi Versus Injil
    Markus 2:18-22
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang...
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...