Tuhan Adalah Raja

Mazmur 29

Belum ada komentar 1243 Views

TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. (Mzm. 29:10)

Sebuah ilustrasi mengisahkan tentang seorang pemuda yang membangun rumah dan menyiapkan satu kamar yang istimewa, lalu mengundang Tuhan untuk tinggal dalam ruangan itu. Pikirnya, ia sudah memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Malam harinya, tiba-tiba Iblis datang dan berusaha masuk ke rumahnya. Dengan susah payah, ia mengusir Iblis itu keluar. Kejadian itu terjadi selama 3 hari berturut-turut dan selama 3 hari itu juga Tuhan seolah-olah diam. Ia menjadi kecewa dan protes kepada Tuhan. Tuhan menjawab, “Engkau menyediakan kamar yang istimewa untuk-Ku dan hanya di tempat itulah Aku tinggal dan bersemayam, bukan di seluruh rumahmu.” Menyadari kesalahannya, ia pun membiarkan Tuhan bersemayam di seluruh rumahnya.

Dalam mazmur 29 ini, pemazmur kembali mengungkapkan kuasa dan keagungan Tuhan. Ia menyaksikan bahwa Tuhan berkuasa atas air bah yang pada dasarnya ditakuti oleh manusia. Bahkan, ia juga mengatakan bahwa Tuhan menjadi Raja untuk selama-lamanya; artinya, tidak ada batasan waktu.

Penyebutan Tuhan sebagai Raja juga sering kita ungkapkan dalam hidup kita. Namun, apakah betul Tuhan sudah menjadi Raja dalam seluruh kehidupan kita; Ia berkuasa dan mengatur segala sesuatu dalam hidup kita? Atau, seperti anak muda di atas, kita hanya menaruh Tuhan di salah satu bagian dari hidup kita? Kita menjadikan Tuhan sebagai Raja hanya saat kita beribadah, namun tidak dalam hidup sehari-hari. [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Tuhan, tinggallah dalam hidup kami, berkuasalah atasnya dan jadilah Raja dalam keseluruhan hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 29; Ayb. 38:39—39:12; 1Kor. 12:1-3
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...