Tidak Menyimpang dari Kebenaran dan Kesetiaan

Tidak Menyimpang dari Kebenaran dan Kesetiaan

Yesaya 11:1-10

Belum ada komentar 67 Views

Perjuangan menegakkan kebenaran butuh kesetiaan. Betapapun tantangan dan rintangan menghadang, kita harus konsisten dengan komitmen yang kita ambil. Sikap yang inkonsisten, tebang pilih, pasti memudarkan pengharapan. Sebaliknya, konsistensi dalam perjuangan, apapun resikonya, akan selalu menyalakan api harapan.

Kita sungguh bersyukur, bahwa sang Raja damai adalah pribadi yang konsisten dalam perjuangannya mewujudkan syalom Allah. ‘Seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang’, kebenaran dan kesetiaan akan terus melekat dan mewarnai perjuangan sang Raja Damai. Meski gambaran damai itu sungguh utopis, dengan kesetiaanNya, kita boleh mempercayakan harapan kita.

Lalu bagaimana dengan perjuangan gereja sebagai umatNya di tengah dunia? Gambaran Raja Damai itu kiranya menyemangati kita untuk terus berjuang dengan konsisten. Mari ikatkan kebenaran dan kesetiaan di pinggang kita. Kita masuki Advent 2 dengan komitmen untuk setia memperjuangkan SyalomNya.

(rudjak, advent 2, 2013)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...