The Power of Empathy

Belum ada komentar 0 View

Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan yang menantang. Katanya, “Jika ada di antara anda yang merasa bodoh. Silahkan berdiri!”

Dia menunggu dan tidak ada seorangpun mahasiswa yang berdiri. Penasaran, tak berapa lama dia mengulang pertanyaannya, “Apakah ada seorang yang berpikir dia bodoh? Silahkan berdiri.”

Tiba2 ada 1 orang mahasiswa di belakang berdiri. Profesor bertanya, “Wah jadi kamu berpikir kamu bodoh?”

Mahasiswa baru itu menjawab, “Tidak profesor. Saya hanya tidak mau membuat anda merasa sendirian.”

Empati berarti memahami apa yang orang lain alami dan turut merasakannya. Itulah yang Yesus lakukan kepada kita manusia berdosa. Ia bukan hanya mengetahui bahwa kita berdosa, tetapi Ia mengalami akibat dari dosa itu, yaitu penghukuman dan kematian.

Apakah ada yang lebih empati daripada Yesus yang mencintai kita? Mari kita mengalami kuasa empati dari Yesus untuk memahami dan turut merasakan perasaan sesama.
Tuhan memberkati!

riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...