The Power of Empathy

Belum ada komentar 11 Views

Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan yang menantang. Katanya, “Jika ada di antara anda yang merasa bodoh. Silahkan berdiri!”

Dia menunggu dan tidak ada seorangpun mahasiswa yang berdiri. Penasaran, tak berapa lama dia mengulang pertanyaannya, “Apakah ada seorang yang berpikir dia bodoh? Silahkan berdiri.”

Tiba2 ada 1 orang mahasiswa di belakang berdiri. Profesor bertanya, “Wah jadi kamu berpikir kamu bodoh?”

Mahasiswa baru itu menjawab, “Tidak profesor. Saya hanya tidak mau membuat anda merasa sendirian.”

Empati berarti memahami apa yang orang lain alami dan turut merasakannya. Itulah yang Yesus lakukan kepada kita manusia berdosa. Ia bukan hanya mengetahui bahwa kita berdosa, tetapi Ia mengalami akibat dari dosa itu, yaitu penghukuman dan kematian.

Apakah ada yang lebih empati daripada Yesus yang mencintai kita? Mari kita mengalami kuasa empati dari Yesus untuk memahami dan turut merasakan perasaan sesama.
Tuhan memberkati!

riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...