The Journey Is Home

Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60

Belum ada komentar 78 Views

Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas.

Melongok keluar sebentar, maka Anda akan menemui banyak pemandangan yang tidak biasa, jalan-jalan sepi, Mall-Mall ditutup, bahkan ada yang disulap menjadi rumah sakit untuk menampung orang-orang yang tertular virus ini.

Dengarkan percakapan orang-orang disekitar yang kuatir kehilangan orang yang dikasihi apabila tertular virus ini. Nasehat yang sering didengar, jangan sentuh ini atau itu, gunakan masker, jangan keluar rumah, jangan ngobrol ngobrol lagi dan masih banyak jangan, jangan lainnya. Selain itu yang lebih ditakuti lagi ketika ada pengumuman PHK dari tempat kerja yang terpaksa dilakukan karena tidak ada pemasukan.

Kegelisahan yang lain lagi ketika terjadi krisis pangan akibat dari perekonomian yang mengarah pada keruntuhan. Tekanan akibat kegelisahan ini menciptakan depresi, kemarahan, kriminalitas, kekerasan dan bahkan bunuh diri.

Dalam situasi yang seperti ini, masih relevankah ? Firman Tuhan yang menenangkan dengan kata “janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku”.

Tentu masih relevan ketika dibarengi dengan “percaya kepada Allah dan percaya kepada Yesus Kristus”, yang telah menyediakan tempat tinggal di Surga. Dibalik kata-kata yang menenangkan ini ada jaminan, apabila sesuatu terjadi dalam pengembaraan orang percaya di dunia ini. Tuhan sudah menyediakan tempat tinggal di rumah Bapa di Surga. Karena itu, pengembaraan orang percaya di dunia ini bukan tanpa arah, bukan melangkah dalam kegelapan masa depan, melainkan suatu perjalanan pengembaraan pulang ke rumah Bapa di Surga. Suatu perjalanan “Damai Sejahtera” Bersama Tuhan Yesus, meski ketika seseorang harus menghadapi situasi yang sangat sulit, mengerikan seperti yang dialami Stephanus. Ia akan tetap mengalami “Damai Sejahtera” Tuhan karena apa yang dilakukannya adalah wujud Cinta kasihnya kepada Tuhan.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...