Terlalu Sedikit!

Terlalu Sedikit!

Belum ada komentar 12 Views

Setiap detiknya, saya membayangkan, ada ribuan atau malah jutaan orang di seluruh dunia ini yang mengeluh dengan suara keras atau dalam hati, bahwa apa yang dia miliki atau terima sungguh terlalu sedikit. Seandainya Allah memiliki hotline service untuk menampungnya, maka itu akan menjadi saluran paling laris dan orang rela mengantri untuk didengar keluhannya.

Sebaliknya, saya juga masih membayangkan, hotline service lain untuk menampung kegairahan anak manusia yang berkata, “terlalu sedikit selama ini aku memberi dan berbagi” bakal senyap; setidaknya jauh lebih sepi dibanding yang pertama.

Padahal, sesungguhnya, yang kedualah yang paling sepadan dengan kerinduan Allah bagi manusia. Ia berkata, “terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa” (Yes. 49:6). Soal mendapat dan memiliki, manusia selalu saja merasa “terlalu sedikit;” sebaliknya, soal memberi dan berbagi, manusia selalu saja merasa “terlalu banyak.”

Hari ini, sebuah undangan terpampang di hadapan kita. Allah yang memberi secara melimpah itu mengundang kita untuk mengambil sebuah lompatan iman—dari zona “terlalu sedikit menerima dan memiliki” ke zona “terlalu sedikit memberi dan berbagi.”

Yang mampu kita berikan, sebanyak apa pun itu menurut kita, tentulah tak seberapa dibanding menggunungnya penderitaan semesta ini. Kita hanya mampu memberi sebatang lilin-kehidupan, yang nyalanya redup dan pendarnya tak spektakuler.

Namun, sejauh terang itu kita peroleh dari Sang Terang Sejati, maka percayalah, hidup akan sampai ke labuhan kebahagiaan yang sejati.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...