menerima

TERBUKA : Menerima Perbedaan

Lukas 5:27-32

Belum ada komentar 126 Views

Hidup Yesus adalah hidup yang terbuka. Ia makan dan minum dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berdialog dan mencoba memahami alam pikir mereka. Bagi Yesus, kasih dan anugerah Allah adalah untuk semua, kenapa harus dibatasi? Kenapa harus ditarik garis pemisah? Kalaupun garis pemisah itu harus ada, maka bukan Yesus yang membuatnya, melainkan mereka yang hidupnya tertutup, yang selalu merasa diri benar (tidak merasa dirinya sakit).

Karena itu Yesus merespon orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang mengkritik keterbukaan-Nya. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit…” (Luk. 5:31) Yesus datang buat semua orang termasuk orang Farisi dan ahli Taurat, tetapi ketika mereka merasa keterbukaan Yesus tidak tepat, maka Yesus mempersilakan menarik batasnya sendiri. Biarlah Yesus tetap terbuka membawa kasih dan anugerah Allah kepada semua.

Budaya terbuka, bersahabat dan menerima setiap orang yang berbeda harus ada dalam diri setiap anak Tuhan yang ingin membawa kasih dan anugerahNya. Bagaimana mungkin kita bisa membawa kasih dan anugerah Allah jika kita selalu menarik garis pemisah. Semoga sikap Yesus yang terbuka menyemangati kita untuk terus menjadi gereja yang terbuka buat semua. Mari wujudkan persahabatan dengan semua…perbedaan bukanlah pemisah antara aku dengan dia…karena meskipun berbeda, kita tetap adalah mahluk ciptaan-Nya.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...