menerima

TERBUKA : Menerima Perbedaan

Lukas 5:27-32

Belum ada komentar 129 Views

Hidup Yesus adalah hidup yang terbuka. Ia makan dan minum dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berdialog dan mencoba memahami alam pikir mereka. Bagi Yesus, kasih dan anugerah Allah adalah untuk semua, kenapa harus dibatasi? Kenapa harus ditarik garis pemisah? Kalaupun garis pemisah itu harus ada, maka bukan Yesus yang membuatnya, melainkan mereka yang hidupnya tertutup, yang selalu merasa diri benar (tidak merasa dirinya sakit).

Karena itu Yesus merespon orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang mengkritik keterbukaan-Nya. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit…” (Luk. 5:31) Yesus datang buat semua orang termasuk orang Farisi dan ahli Taurat, tetapi ketika mereka merasa keterbukaan Yesus tidak tepat, maka Yesus mempersilakan menarik batasnya sendiri. Biarlah Yesus tetap terbuka membawa kasih dan anugerah Allah kepada semua.

Budaya terbuka, bersahabat dan menerima setiap orang yang berbeda harus ada dalam diri setiap anak Tuhan yang ingin membawa kasih dan anugerahNya. Bagaimana mungkin kita bisa membawa kasih dan anugerah Allah jika kita selalu menarik garis pemisah. Semoga sikap Yesus yang terbuka menyemangati kita untuk terus menjadi gereja yang terbuka buat semua. Mari wujudkan persahabatan dengan semua…perbedaan bukanlah pemisah antara aku dengan dia…karena meskipun berbeda, kita tetap adalah mahluk ciptaan-Nya.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...