Tempat Berteduh

Markus 1:29-39

Belum ada komentar 126 Views

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Mrk. 1:35)

Tuntutan rutinitas jadwal sehari-hari yang padat kadang terasa sangat melelahkan. Jarak yang jauh, kepadatan lalu lintas, target yang harus dikejar dan banyak lagi urusan lain, membuat kita harus terus bergerak dengan cepat untuk segera sampai tujuan dan menyelesaikan tuntutan target setiap hari. Banyaknya kesibukan membuat kita kadang tidak memperhatikan kebutuhan untuk beristirahat. Beberapa dari kita bahkan kadang merasa sayang jika harus menghabiskan waktu untuk beristirahat, lebih suka jika bisa terus sibuk. Tanpa disadari, sebagian orang mengalami kelelahan dan kejenuhan, baik secara fisik maupun psikis hingga akhirnya muncul berbagai gangguan.

Di tengah banyaknya kesibukan pelayanan setiap hari, Tuhan Yesus tahu apa yang penting yang harus dilakukan untuk menjaga diri-Nya tetap kuat dan dapat melakukan semua pekerjaan yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. Alkitab mencatat bahwa pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Tuhan Yesus bangun dan pergi ke tempat sunyi untuk menyendiri dan berdoa kepada Bapa-Nya. Tempat sunyi adalah tempat di mana Ia bisa melepaskan diri dari semua kesibukan dan tuntutan orang banyak. Di tempat sunyi, Ia mencari wajah Bapa-Nya yang dapat memberikan keteduhan dan kelegaan.

Dalam kesibukan setiap hari, kita juga memerlukan tempat yang teduh bagi tubuh dan roh kita. Seperti Yesus, kita perlu menarik diri sejenak dari kesibukan kita, mencari wajah Tuhan dalam doa pribadi kita. [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Dalam kebisingan hidup, tolonglah kami menemukan tempat berteduh yang nyaman bagi tubuh dan jiwa kami ya, Tuhan. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 40:21-31; Mzm. 147:1-11, 20c; 1Kor. 9:16-23; Mrk. 1:29-39
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...