Teguh Menjadi Saksi

Wahyu 11:1-14

Belum ada komentar 151 Views

Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. (Wahyu 11:11)

Kitab Wahyu adalah surat pastoral yang dituliskan berdasarkan penglihatan Yohanes di Pulau Patmos. Tujuan surat ini adalah agar tujuh jemaat di Asia Kecil yang teraniaya dapat terns teguh dalam iman mereka.

Dalam bagian Wahyu 11:1-14, Yohanes meneguhkan saksi- saksi Allah yang bertahan dalam penderitaan dan penganiayaan. Para saksi ini dilambangkan sebagai dua pohon zaitun dan dua kaki pelita yang berdiri di hadapan Tuhan. Pohon zaitun melambangkan urapan Allah, sedangkan kaki pelita berarti terang. Ada pula yang menafsirkan bahwa pohon zaitun dan kaki pelita itu berarti minyak yang membuat pelita itu terus menyala. Keduanya menunjukkan tentang keteguhan dalam menjalani tugas sebagai saksi. Ketika misi mereka selesai, digambarkan bahwa binatang buas yang muncul dari jurang akan membunuh mereka, dan jenazah mereka akan dibiarkan tergeletak di jalan selama tiga setengah hari, dan orang-orang dari segala bangsa akan melihatnya. Kemudian Allah akan menghidupkan mereka kembali, yang akan menjadi suatu kejutan besar bagi orang- orang yang melihatnya. Kebangkitan mereka akan diikuti oleh gempa bumi besar yang menghancurkan sebagian besar kota dan banyak orang akan takjub serta memuliakan Allah.

Pesan pastoral dari Kitab Wahyu ini ditujukan bagi kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia. Ada banyak tantangan, penolakan, bahkan hambatan bagi kita yang bersaksi bagi Kristus. Namun, tetaplah setia sebab TUHAN akan meneguhkan kesaksian kita bagai pelita yang menerangi dunia, sehingga orang akan takjub dan memuliakan Allah. [Pdt. Daniel Kristanto Gunawan]

REFLEKSI:
Hambatan dalam bersaksi selalu ada di dunia. Apakah kita mau tetap teguh bersaksi atau menyerah begitu saja?

Ayat Pendukung: 2 Raj. 23:15-25; Mzm. 63; Why. 11:1-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mengalah Untuk Menang
    Matius 17:22-27
    “Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau….” (Matius 17:27a) Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi...
  • Iri Hati Pangkal Celaka
    Bilangan 12:1-9
    “Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, … Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, … dan ia memandang rupa...
  • Merindukan ALLAH
    Mazmur 63:1-8
    Ya Allah, Engkaulah AHahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah yang kering...
  • Horizontal dan Vertikal
    Matius 22:15-22
    “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah.” (Matius 22:21b) Jika ketua RT di lingkungan tempat tinggal...
  • MULUTMU HARIMAUMU
    Matius 14:1-12
    Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara....