Tatkala Semuanya Terhilang

Tatkala Semuanya Terhilang

Belum ada komentar 8 Views

Masih jelas dalam ingatan saya saat si sulung memaki si bungsu di sebuah bazaar dalam rangka aksi sosial pemuda mereka. Pasalnya, saat si sulung sebagai ketua aksi sosial pergi ke Singapura untuk urusan bisnis keluarga, si bungsu diberi kesempatan untuk menggantikan posisinya. Yang membuat si sulung marah adalah karena si bungsu mengambil alih keputusan penting masalah penjualan sembako. Dan benar saja, penjarahan terjadi dan habislah semua barang-barang sembako mereka.

Ini adalah salah satu adegan yang sangat saya sukai dari drama musical “Hilang” sebagai hasil karya para pemuda kita di GKI Pondok Indah tahun lalu. Semua pemain berlatih dengan sungguh-sungguh, semua pendukung acara memberikan tenaga mereka habis-habisan sampai para penonton tersenyum bahagia karena berkat Tuhan melalui “hilang” ini.

Yang membuat saya merenung adalah saya sudah tidak lagi melihat beberapa dari pemain dan pendukung acara di kegiatan gereja kita. Mungkin juga karena saya kurang intens ikut ambil bagian dalam kegiatan pemuda remaja. Ah, semoga bukan karena mereka yang “hilang”.

Tapi, bagaimana jika wajah-wajah para pemain, pendukung atau bahkan penonton drama musical hilang tetap ada di sekitar kita, namun seperti si sulung, dia sendiri yang terhilang. Dia protes karena ayahnya lebih mencintai si bungsu dan dengan berat hati dia mengampuni si bungsu yang telah kembali? Syukurlah drama ini ditutup dengan gossip si mbok, bahwa akhirnya mereka hidup saling melayani dan mencintai Tuhan. Mudah-mudahan kitapun seperti itu.

riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...