Tatkala DIA Sungguh Dekat

Tatkala DIA Sungguh Dekat

Belum ada komentar 18 Views

Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat.

Pemazmur dalam bacaan kita, setidaknya memahami kedekatan Allah seperti makna yang pertama. Pertanyaannya, bagaimana mungkin di saat pemazmur dikelilingi oleh musuh, penjahat dan tentara, ia tetap dapat mengatakan “Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan!” (ayat 13). Sebuah pernyataan iman yang meyakini bahwa Allah yang dekat itu akan berbuat kebaikan di tengah-tengah ketidakbaikan yang dialaminya.

Jawabannya, karena pemazmur sanggup memfokuskan pandangannya, imannya, pengharapannya pada kebaikan-kebaikan Allah saja.  Saya jadi teringat komentar warga jemaat yang hadir dalam berbagai ibadah. Ada yang berkomentar: bunganya tidak indah, sound system-nya buruk, pengkhotbahnya membuat mereka mengantuk, sehingga mereka menyimpulkan bahwa ibadah hari ini tidak menyenangkan. Sementara ada sebagian orang lagi yang mengatakan, “Ibadah hari ini menjadi berkat bagi saya”. Apa yang membedakan pendapat kedua dengan pendapat pertama? Bukan karena bunga-bunga lebih indah dalam ibadahnya, bukan pula karena sound system yang sempurna atau pengkhotbah yang dapat menghibur hati semua jemaat. Tetapi karena fokusnya lebih pada kebaikan-kebaikan Allah saja. Jadi, apakah saudara mau hari ini fokus menghayati, “Tatkala Dia Sungguh Dekat”, bahkan Ia membuktikan kedekatan-Nya melalui Perjamuan Kudus yang kita rayakan bersama. Ingat, kedatangan-Nya juga sungguh sudah dekat!

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan