Tatkala DIA Sungguh Dekat

Tatkala DIA Sungguh Dekat

Belum ada komentar 21 Views

Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat.

Pemazmur dalam bacaan kita, setidaknya memahami kedekatan Allah seperti makna yang pertama. Pertanyaannya, bagaimana mungkin di saat pemazmur dikelilingi oleh musuh, penjahat dan tentara, ia tetap dapat mengatakan “Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan!” (ayat 13). Sebuah pernyataan iman yang meyakini bahwa Allah yang dekat itu akan berbuat kebaikan di tengah-tengah ketidakbaikan yang dialaminya.

Jawabannya, karena pemazmur sanggup memfokuskan pandangannya, imannya, pengharapannya pada kebaikan-kebaikan Allah saja.  Saya jadi teringat komentar warga jemaat yang hadir dalam berbagai ibadah. Ada yang berkomentar: bunganya tidak indah, sound system-nya buruk, pengkhotbahnya membuat mereka mengantuk, sehingga mereka menyimpulkan bahwa ibadah hari ini tidak menyenangkan. Sementara ada sebagian orang lagi yang mengatakan, “Ibadah hari ini menjadi berkat bagi saya”. Apa yang membedakan pendapat kedua dengan pendapat pertama? Bukan karena bunga-bunga lebih indah dalam ibadahnya, bukan pula karena sound system yang sempurna atau pengkhotbah yang dapat menghibur hati semua jemaat. Tetapi karena fokusnya lebih pada kebaikan-kebaikan Allah saja. Jadi, apakah saudara mau hari ini fokus menghayati, “Tatkala Dia Sungguh Dekat”, bahkan Ia membuktikan kedekatan-Nya melalui Perjamuan Kudus yang kita rayakan bersama. Ingat, kedatangan-Nya juga sungguh sudah dekat!

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....