Tanpa Salib tak mungkin Mengikut Kristus

Tanpa Salib tak mungkin Mengikut Kristus

Belum ada komentar 58 Views

Salib adalah simbol utama dari iman Kristen. Salib berarti Kristus yang rela menderita sampai mati demi kita. Salib adalah pengejawantahan kasih Allah kepada kita, kepada kemanusiaan, bahkan kepada dunia, meski dunialah yang menyalibkan-Nya. Salib adalah Kristus yang dikorbankan bagi keselamatan dunia dan segenap ciptaan. Maka mestinya bagi kita, konotasi salib adalah pengorbanan yang siap untuk kita lakukan demi mengikut Tuhan.

Namun dalam kenyataannya salib kerap kali disalahmengertikan, bahkan disalahgunakan. Ada yang menjadikannya “senjata” melawan Dracula dan sejenisnya. Ada pula yang menjadikannya sebagai sekadar investasi, sebab kian banyak dan besar berlian yang melekat padanya, kian berhargalah ia. Bahkan, – mudah-mudahan tidak dalam spirit yang sama,– salib yang dikalungkan di leher pendeta GKI pun adalah salib emas (sepuhan). Koyama, seorang teolog Jepang, pernah mengingatkan bahwa banyak orang Kristen menyepelekan salib. Mereka membuat sebuah gagang atau pegangan (handle) dan melekatkannya pada salib, salib Kristus. Alasannya tentu adalah kemudahan dan kepraktisan, yang adalah roh zaman yang konsumtif serta serba instan ini.

Mari dalam Minggu Pra-Paska ke-4 ini kita renungkan dengan sungguh-sungguh makna mengikut Kristus (baca: menjadi orang Kristen). Yaitu menyangkali diri, meneladani Kristus dan berjalan pada tapak kaki Yesus apapun yang terjadi. Dan tentu saja memikul salib, bukan menggeser, menarik atau meninggalkannya di sudut gudang hidup kita yang pengap dan gelap.

Salib hanya dapat dipikul, seperti yang dilakukan Yesus…

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...