Tak Selalu Tampak Hebat

Bilangan 9:15-23

Belum ada komentar 67 Views

Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. (Bil. 9:17)

Seorang anak memprotes ayahnya, lantaran tidak dibelikan handphone idamannya. Karena hal itu, ia merasa ayahnya tak mencintainya. Suatu kali, ia memesan ojek online. Ketika hendak menaiki motor, ia terpeleset dan jatuh. Ia pun berpikir apa penyebab ia jatuh. Ternyata, pijakan kaki di motor belum diatur dengan baik. Hal itu kemudian membuatnya menyadari bahwa apa yang dilakukan ayahnya selama ini adalah menyiapkan “pijakan kaki” untuknya.

Setelah Kemah Suci selesai didirikan, Allah memberikan awan di atasnya. Ketika siang terik, awan itu meneduhkan orang- orang Israel di bawahnya. Begitu pula ketika malam hari, awan itu tampak seperti api yang menerangi kegelapan. Bukan hanya itu, ketika orang Israel berangkat untuk melanjutkan perjalanan, dipimpin oleh Musa, awan itu menaungi mereka, begitu juga ketika mereka berhenti. Tiang awan ini adalah simbol penyertaan Allah bagi mereka.

Bagi sebagian orang, awan bukanlah hal yang menakjubkan. Awan berada di atas. Begitu seharusnya. Penyertaan Tuhan memang sering tampak biasa, tidak menakjubkan, tidak spektakuler, sehingga sering tak disadari. Penyertaan Tuhan diperhatikan ketika peristiwa khusus, misalnya sakit parah lalu sembuh, bisnis bangkrut lalu bangkit lagi, atau selamat dari kecelakaan. Padahal, penyertaan Tuhan nyata setiap hari, jam, menit, bahkan detik. Napas yang kita hirup tampak biasa, bukan? Tetapi, napas adalah anugerah Tuhan yang sangat luar biasa bagi kita. [Pdt. Firmanda Tri Permana]

REFLEKSI:
Memiliki kepekaan akan penyertaan Tuhan dan bersyukur.

Ayat Pendukung: Mzm. 20; Bil. 9:15-23; Why. 4:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...