Tak Selalu Tampak Hebat

Bilangan 9:15-23

Belum ada komentar 69 Views

Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. (Bil. 9:17)

Seorang anak memprotes ayahnya, lantaran tidak dibelikan handphone idamannya. Karena hal itu, ia merasa ayahnya tak mencintainya. Suatu kali, ia memesan ojek online. Ketika hendak menaiki motor, ia terpeleset dan jatuh. Ia pun berpikir apa penyebab ia jatuh. Ternyata, pijakan kaki di motor belum diatur dengan baik. Hal itu kemudian membuatnya menyadari bahwa apa yang dilakukan ayahnya selama ini adalah menyiapkan “pijakan kaki” untuknya.

Setelah Kemah Suci selesai didirikan, Allah memberikan awan di atasnya. Ketika siang terik, awan itu meneduhkan orang- orang Israel di bawahnya. Begitu pula ketika malam hari, awan itu tampak seperti api yang menerangi kegelapan. Bukan hanya itu, ketika orang Israel berangkat untuk melanjutkan perjalanan, dipimpin oleh Musa, awan itu menaungi mereka, begitu juga ketika mereka berhenti. Tiang awan ini adalah simbol penyertaan Allah bagi mereka.

Bagi sebagian orang, awan bukanlah hal yang menakjubkan. Awan berada di atas. Begitu seharusnya. Penyertaan Tuhan memang sering tampak biasa, tidak menakjubkan, tidak spektakuler, sehingga sering tak disadari. Penyertaan Tuhan diperhatikan ketika peristiwa khusus, misalnya sakit parah lalu sembuh, bisnis bangkrut lalu bangkit lagi, atau selamat dari kecelakaan. Padahal, penyertaan Tuhan nyata setiap hari, jam, menit, bahkan detik. Napas yang kita hirup tampak biasa, bukan? Tetapi, napas adalah anugerah Tuhan yang sangat luar biasa bagi kita. [Pdt. Firmanda Tri Permana]

REFLEKSI:
Memiliki kepekaan akan penyertaan Tuhan dan bersyukur.

Ayat Pendukung: Mzm. 20; Bil. 9:15-23; Why. 4:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjalani Yang Fana Sepenuh Makna
    Mazmur 90:1-6, 13-17
    Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya, di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa, di waktu pagi bersemi dan...
  • Mengalah Untuk Menang
    Matius 17:22-27
    “Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau….” (Matius 17:27a) Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi...
  • Iri Hati Pangkal Celaka
    Bilangan 12:1-9
    “Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, … Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, … dan ia memandang rupa...
  • Merindukan ALLAH
    Mazmur 63:1-8
    Ya Allah, Engkaulah AHahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah yang kering...
  • Horizontal dan Vertikal
    Matius 22:15-22
    “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah.” (Matius 22:21b) Jika ketua RT di lingkungan tempat tinggal...