Sunatlah Hatimu..!

Sunatlah Hatimu..!

Belum ada komentar 49 Views

Memberi dengan “memberi” bisa berbeda. Begitu pun membantu dengan “membantu”, atau bahkan memerhatikan dengan “memerhatikan”. Yang membedakannya biasanya adalah motivasi di baliknya. Seseorang bisa memberi dengan pamrih tertentu, misalnya menanam budi. Bantuan dapat diberikan dengan mengharapkan imbalan, entah uang atau lainnya. Dan seseorang bisa pula memerhatikan orang secara istimewa karena mengharapkan sesuatu darinya. Yang memrihatinkan adalah bahwa hal yang sama bisa terjadi pada kita orang percaya.

Ketaatan dengan “ketaatan” bisa berbeda. Begitu pun kesalehan dengan “kesalehan” atau bahkan pelayanan dengan “pelayanan”. Yang juga membedakannya adalah motivasi di baliknya. Barangkali ada yang mempertanyakan prinsip ini. Karena bukankah bagaimana pun ibadah adalah bagi Tuhan, misalnya? Atau bila kita memberi, bukankah bagaimana pun kita menyenangkan hati si penerima? Barangkali memang begitu di mata manusia. Tetapi Tuhan menghendaki yang lebih, bahkan hakiki.

Berbagai perbuatan baik, perintah, ritus dan ibadah, adalah sia-sia bila dilaksanakan “tanpa hati.” Maksudnya adalah apabila itu semua dilakukan bukan dengan motivasi yang murni. Murni dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Dalam terang itu, memberi bukanlah “memberi” bila sekadar demi melakukan kewajiban. Begitu pun dengan ibadah kita.

Peristiwa Paskah adalah “peristiwa hati”, yang hanya mungkin karena Kristus menaati Bapa-Nya “dengan hati”, dan karena Ia “mempunyai hati” bagi kita. Maka marilah kita sunat hati kita. Kita “bersihkan” hati kita dari berbagai hal yang tidak diperkenan Tuhan. Agar kita bisa menyambut “hati” Tuhan dengan “hati” kita masing-masing.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...