Selamat Natal, saudara!
Tidak sering kita merayakan hari natal di tanggal 25 Desember dan bertepatan dengan hari Minggu.
Tema kita, Sulung dalam Palungan. Tidakkah ganjal menurut kita? Si Sulung yang dirancang kehadiran-Nya oleh Allah yang maha kasih, lahir seakan tanpa persiapan: dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di dalam palungan.
Apakah Allah tidak memersiapkan diri dengan baik sampai-sampai lahir meletakkan kepala-Nya di sebuah tempat makan hewan? Apakah menurut-Nya ini pilihan terbaik dari sekian banyak cara lahir yang paling layak untuk seorang Raja segala Raja? Jawabannya: Iya!
Cara terhina ini dipilih-Nya agar yang hina merasa tidak lagi hina dan nista. Tapi merasa berharga, karena Dia saja sudi tidur bersama kaum papa. Tidakkah ini menginspirasi kita untuk juga membuka hati kita yang sederhana ini bagi Kristus yang menawarkan diri-Nya menjadi Tuhan dan Tuan dalam hidup kita selamanya sambil juga mengajak kita menemui mereka yang merasa hina di mata dunia. Agar mereka tahu, Yesus pun hadir buat mereka dan kita yang berdosa.
Selamat merayakan kesederhanaan yang dipilih-Nya untuk menceritakan cinta-Nya bagi kita dan dunia.
Doa: Bapa di Sorga, ingatkan kami terus bahwa kesederhanaan adalah cara kami mengenal Kristus yang menyapa mereka dan kami yang sederhana. Ingatkan kami untuk terus mencintai secara sederhana, bukan dengan kemewahan dunia yang fana. Dalam Kristus, Juruselamat kami yang hidup. Amin. (RJS)
Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.