SPIRITUALITAS BARU

Matius 9:14-17

Belum ada komentar 106 Views

“Tetapi anggur yang baru disimpan orang di dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.” (Mat. 9:17)

Mengapa Anda berpuasa? Mengapa Anda memberi persembahan? Mengapa Anda pergi ke gereja untuk beribadat kepada Allah? Bukankah Allah tidak membutuhkan semua itu? Pertanyaan- pertanyaan yang tajam ini menggugat dan menggugah kesadaran beragama. Kerap ritual agama dipraktikan, tetapi tanpa “api”. Semua dijalankan hanya sebagai rutinitas.

Yesus Kristus sendiri menggugat dan menggugah cara beragama yang formalistik dan ritualistik. Dalam konteksnya di waktu itu, banyak orang beragama mengejar kesalehan yang kemudian dipeluk dengan penuh kesombongan. Karena itu, tidak heran ada orang yang merasa sudah saleh kemudian menjadi pendakwa atas orang lain. Yesus mengajarkan mereka untuk tidak sekadar berpuasa atau berdoa. Bentuk-bentuk kesalehan itu harus didasari dan diisi oleh esensi. Apa esensinya? Spiritualitas yang terpaut pada kemurahan Allah di dalam Kristus. Kemurahan Allah di dalam Kristus inilah yang menjadi anggur baru, yang membutuhkan juga kantong baru atau bentuk pengungkapan baru.

Forma atau bentuk tanpa esensi akan menjadi basi, tidak berarti. Demikian juga dengan doa, puasa, dan berbagai ritual yang rutin dilakukan. Tanpa penghayatan akan kemurahan Allah di dalam Kristus, semua ritual itu akan berubah menjadi formalisme yang angkuh. Dengan penghayatan akan spiritualitas baru di dalam Kristus, orang percaya didorong untuk memunculkan juga bentuk-bentuk ibadah yang lebih baru dan relevan.

REFLEKSI:
Kemurahan Allah di dalam Kristus adalah api yang membuat kita beribadah dengan rendah hati dan mendorong kita menjadi berarti.

Ayat Pendukung: Mzm. 40:7-18; Yes. 48:12-21; Mat. 9:14-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjadi Bagian Dari Solusi
    Yohanes 9:1-41
    Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)...
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...