Spektakuler

Nehemia 9:9-15

Belum ada komentar 94 Views

“Engkau melihat sengsara nenek moyang kami di Mesir dan mendengar teriakan mereka di tepi Laut Teberau.” (Neh. 9:9)

Suatu ketika saya mengupas sebuah salak. Sesudah dikupas, isinya menarik perhatian saya. Biasanya buah salah berisi tiga, paling banyak empat. Kali ini sangat mencolok mata. Isinya delapan, walau kecil-kecil. Sungguh spektakuler. Sang Pencipta sungguh luar biasa. Peristiwa yang menarik perhatian dan mencolok mata memang mudah tersimpan dalam memori kita.

Nabi Nehemia dan umat Israel memiliki ingatan kuat akan kejadian spektakuler pada masa lalu. Tuhan telah melakukan kebaikan serta menyelamatkan nenek moyang mereka, meskipun umat-Nya sering tidak taat dan melanggar perintah Tuhan. Hal ini menyadarkan Nehemia dan umat Israel datang mengaku dosa mereka dan kesalahan nenek moyang mereka. Dalam doa itu, mereka mengingat dan merenungkan kebaikan Tuhan serta mukjizat yang pernah dilakukan-Nya. Tuhan telah melihat sengsara nenek moyang mereka dan mendengar teriakan mereka. Tuhan menghilangkan lapar dengan memberi makanan. Tuhan melepaskan dahaga dengan memberi air. Perbuatan-Nya sungguh spektakuler.

Karya Tuhan nyata sampai saat ini. Namun, kita kadang tidak mampu melihat karya Tuhan yang spektakuler karena dibelenggu dosa dan kesalahan. Sadar atau tidak, kita sering melanggar perintah-Nya. Sepantasnya kita mengakui dosa serta kesalahan, sambil mengingat dan merenungkan semua kebaikan Tuhan. Sepatutnya kita mengakui segala kegagalan kita agar kasih karunia-Nya menyertai kita selama-lamanya. [Pdt. Norita Yudiet Tompah]

REFLEKSI:
Pengakuan dosa dapat menjadi sebuah jembatan untuk mengingat dan merenungkan semua karya Tuhan yang spektakuler dalam hidup kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 77; Neh. 9:9-15; Rm. 14:13-15:2
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...