Sikap Terhadap Kebenaran

Markus 9:9-13

1 Komentar 54 Views

Tetapi, Aku berkata kepadamu: Elia memang sudah datang dan orang memperiakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertuiis tentang dia.” (Markus 9:13)

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, dengan cara yang baik maupun buruk, tidak terlepas dari pandangan dan penilaian kita terhadap orang tersebut.

Para ahli Taurat percaya bahwa Elia akan datang menjelang kedatangan Mesias, dan kepercayaan itu diwujudkan melalui kehadiran Yohanes Pembaptis. Namun, Yohanes Pembaptis justru diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Ia menyatakan kebenaran, tetapi justru karena itulah ia harus membayar dengan nyawanya. Perlakuan terhadap orang benar sering kali sangat menyedihkan karena mereka menyatakan kebenaran, sedangkan kebenaran kerap kali tidak sesuai dengan keinginan banyak orang. Kebenaran dapat sangat mengganggu dan membangkitkan amarah karena kebenaran melucuti segala dosa, kemunafikan, dan kejahatan. Itulah yang dilakukan oleh Yohanes, sehingga ia menerima perlakuan yang sangat jahat.

Di hadapan firman ini, kita diajak untuk merenungkan dua posisi yang berbeda. Pertama, apakah kita adalah orang yang berani menyatakan kebenaran, sekalipun kita sadar akan risikonya? Kita dipanggil untuk tetap berani menyatakan kebenaran, tentu dengan cara yang sebijak mungkin, tanpa mengkhianati pesan kebenaran yang harus disampaikan. Kedua, kita juga dipanggil untuk membuka diri terhadap suara kebenaran, termasuk jika kebenaran itu menyinggung atau mengenai diri kita. Siapa pun yang menyampaikannya, pandanglah ia sebagai utusan Tuhan yang berbicara kepada kita. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk selalu menyambut suara kebenaran dengan penuh sukacita. Amin.

Ayat Pendukung: 1 Raj. 21:20-29; Mzm. 2; Mrk. 9:9-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Poefjosekti

    Mengoreksi diri saya seperti yang sedang saya alami.
    Puji Tuhan, Tuhan Yesus memberikan teguran

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...