Sikap Terhadap Kebenaran

Markus 9:9-13

1 Komentar 52 Views

Tetapi, Aku berkata kepadamu: Elia memang sudah datang dan orang memperiakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertuiis tentang dia.” (Markus 9:13)

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, dengan cara yang baik maupun buruk, tidak terlepas dari pandangan dan penilaian kita terhadap orang tersebut.

Para ahli Taurat percaya bahwa Elia akan datang menjelang kedatangan Mesias, dan kepercayaan itu diwujudkan melalui kehadiran Yohanes Pembaptis. Namun, Yohanes Pembaptis justru diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Ia menyatakan kebenaran, tetapi justru karena itulah ia harus membayar dengan nyawanya. Perlakuan terhadap orang benar sering kali sangat menyedihkan karena mereka menyatakan kebenaran, sedangkan kebenaran kerap kali tidak sesuai dengan keinginan banyak orang. Kebenaran dapat sangat mengganggu dan membangkitkan amarah karena kebenaran melucuti segala dosa, kemunafikan, dan kejahatan. Itulah yang dilakukan oleh Yohanes, sehingga ia menerima perlakuan yang sangat jahat.

Di hadapan firman ini, kita diajak untuk merenungkan dua posisi yang berbeda. Pertama, apakah kita adalah orang yang berani menyatakan kebenaran, sekalipun kita sadar akan risikonya? Kita dipanggil untuk tetap berani menyatakan kebenaran, tentu dengan cara yang sebijak mungkin, tanpa mengkhianati pesan kebenaran yang harus disampaikan. Kedua, kita juga dipanggil untuk membuka diri terhadap suara kebenaran, termasuk jika kebenaran itu menyinggung atau mengenai diri kita. Siapa pun yang menyampaikannya, pandanglah ia sebagai utusan Tuhan yang berbicara kepada kita. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk selalu menyambut suara kebenaran dengan penuh sukacita. Amin.

Ayat Pendukung: 1 Raj. 21:20-29; Mzm. 2; Mrk. 9:9-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Poefjosekti

    Mengoreksi diri saya seperti yang sedang saya alami.
    Puji Tuhan, Tuhan Yesus memberikan teguran

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dia Mendengar Doaku
    Mazmur 116:1-2, 12-19
    Aku mengasihi TUHAN, sebab la mendengarkan suaraku dan permohonanku. (Mazmur 116:1) Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan terluka....
  • Kasih Di Atas Aturan
    Matius 12:1-8
    “Sebab, Anak manusia adalah Tuan atas hari Sabat” (Matius 12:8) Seorang perawat melanggar jam kerja saat menolong korban kecelakaan...
  • Memegang Perjanjian Yang Kudus
    Kejadian 17:1-27
    Allah berfirman lagi kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun (Kejadian 17:9) Saat...
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:48) Ada orang yang tak bisa lepas...
  • BUTUH TUHAN
    Matius 9:9-13, 18-26
    Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12) Di sebuah rumah sakit,...