Siapakah Orang Ini?

Siapakah Orang Ini?

Belum ada komentar 4 Views

Memasuki kota Yerusalem Yesus disambut dengan kata-kata indah bagi seorang peziarah, yang dikutip dari Mzm 118:26, “Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN..!” Namun selain menyerukan “diberkatilah” (Ibr.: “barak”), orang banyak menyerukan juga “hosana”, tepatnya, “Hosana bagi anak Daud..” “Hosana” berarti “bebaskan kami, menangkan kami” (Ingg.: “be propitious”). Inilah cerminan dari dambaan pembebasan yang diharapkan dari seorang “Mesias”. Pembebasan dari penjajahan Romawi yang amat dibenci.

Tak heran bila banyak orang dengan heran bertanya-tanya: “Siapakah orang ini?” Pertanyaan yang adalah ungkapan ketakjuban atas penyambutan bagi seseorang yang begitu bersahaja. Atas mukjizat yang dilakukan-Nya (sebelum memasuki Yerusalem Yesus membangkitkan Lazarus), dan mestinya juga atas kata-kata bijak-Nya dan ketegasan-Nya (mengusir para penjual yang mengambil untung dari para peziarah di Bait Allah).

Namun Yesus masuk kota Yerusalem dengan pesan yang mestinya jelas bagi siapa pun. Ia datang bukan sebagai panglima perang yang hendak meremukkan penjajahan. Sebaliknya ia datang menunggang keledai muda dengan jubah putih, lambang anti kekerasan. Karena Ia datang sebagai “Mesias” yang hendak memberikan diri (baca: mengorbankan diri), bagi keselamatan umat Allah, bahkan bagi segenap ciptaan, dunia dan manusia.

Dalam terang itu, pertanyaan “Siapakah orang ini?” mestinya ditanyakan setiap orang percaya pada apa pun persepsinya tentang Kristus, dan pada dirinya sendiri. Pertanyaan yang tidak bisa tidak, harus dihadapmukakan pada misi sejati sang Kristus.

 

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...