Siap Melalui Berbagai Musim Kehidupan

Pengkhotbah 3:1-8

Belum ada komentar 120 Views

Ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam dan ada waktu untuk mencabutyang ditanam. (Pengkhotbah 3:2)

The Serenity Prayer adalah doa klasik yang ditulis oleh Reinhold Niebuhr. Dalam Bahasa Indonesia, doa tersebut berbunyi: “Tuhan, berilah aku ketenangan untuk menerima hal yang tidak bisa aku ubah. Berilah pula keberanian untuk mengubah hal yang bisa diubah. Serta berilah aku hikmat dan kebijaksanaan untuk membedakan kedua hal tersebut.”

Pengkhotbah 3:1-8 menyatakan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Seperti dalam the Serenity Prayer, banyak hal yang terjadi dalam masa hidup manusia yang tidak bisa diubah seperti kelahiran atau kematian. Tapi ada pula hal yang bisa diubah atau lebih tepatnya dihindari serta diupayakan agar tidak terjadi. Misalnya dalam hal membunuh, mencabut tanaman, serta merombak bangunan. Persoalannya, bagaimana kita tahu apakah kita harus ikhlas menerima apa yang telah terjadi atau sebaliknya justru berani berupaya untuk mengubah apa yang telah terjadi? The Serenity Prayer menyatakan perlunya hikmat untuk membedakan kedua hal tersebut.

Dalam perjalanan hidup kita ada banyak peristiwa yang menyenangkan. Ada pula peristiwa yang tidak kita inginkan namun terjadi tanpa bisa kita hindarkan. Di saat-saat seperti inilah kita perlu berdoa seperti the Serenity Prayer agar kita diberikan ketenangan untuk menerima yang tidak mungkin kita ubah dan keberanian untuk mengubah hal yang bisa diubah, dengan selalu meminta hikmat untuk membedakan kedua hal tersebut. [Pdt. Em. Meitha Sartika]

REFLEKSI:
Tenang, berani, dan berhikmat adalah kunci agar kita siap melalui berbagai musim kehidupan.

Ayat Pendukung: Pkh. 3:1-8; Mzm. 91:1-2, 9-16; Yoh. 12:27-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...