Si Sulung atau Si Bungsu

Lukas 15:1-3, 11-32

Belum ada komentar 182 Views

Sejak saya kanak-kanak, Si Bungsu merupakan aktor paling ter kenal sebagai kambing hitam dari kisah seorang tua yang susah hati. “Pulanglah hai anakku, ada ampun Bapa bagimu…” demikian lagu yang kami nyanyikan di Sekolah Minggu.

Baru di dekade ini ada tafsiran yang juga menzoom Si Sulung sebagai anak hilang yang tinggal di dalam rumah Sang Bapa. Ternyata Si Sulung juga mengabdi kepada ayahnya dengan giat karena ujung-ujungnya duit (UUD).

Kedua sikap inilah yang biasa ada dalam diri seorang Kristen: percaya Yesus demi berbagai keuntungan atau percaya Yesus dengan segala tuntutannya. Bagaimana mengatasinya? Sengaja pencerita mengangkat tokoh lain yaitu para hamba yang tidak dikenal maupun tidak tampak berarti. Tokoh sempalan dari kisah ini yang muncul hanya sekadar disuruh-suruh oleh Sang Bapa.

Herannya, Si Bungsu justru mengalami yang buruk dari itu: yaitu orang upahan di ayat 15 dimana orang upahan posisinya lebih rendah dari hamba pada zaman itu, untuk mengurus makanan babi. Rupanya ini ‘Model Pendidikan Yesus’ bagi para murid-Nya, “Kalau tidak bisa bersyukur sebagai anak, alami dulu jadi orang upahan!” Alhasil Si Bungsu sadar dan kembali pulang.

Pertanyaannya:

  1. Apakah saat kita memposisikan diri sebagai anak Tuhan, kita bersikap seperti Si Bungsu atau Si Sulung sehingga perlu mengalami ‘Model Pendidikan Yesus’ agar sikap hati berubah?
  2. Dalam Pra-Paska IV ini sikap hati seperti apa yang perlu perbaiki?
    1. Dalam memandang sesama ciptaan Tuhan
    2. Dalam memandang harta milik dari Tuhan

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...