Serupa Dengan-Nya

Yohanes 15: 1-8

Belum ada komentar 30 Views

Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa memiliki jawaban yang variatif. Ada yang menjawab berdasarkan status pendikan, suku, pekerjaan, hobi, dan banyak lagi. ” Saya adalah kepala rumah tangga, saya adalah lulusan SMA, saya adalah seorang photographer, dll” Namun demikian, biasanya sangat jarang seseorang menjawab pertanyaan ini dengan melepaskan status-status pekerjaan, pendidikan, kesukuan, dll. “Siapakah kita sebenarnya?”

Kita sering menggunakan perspektif pribadi untuk menyatakan identitas diri. Namun demikian, siapakah kita di mata Allah? Kejadian 1:26 tertulis ,”Baiklah Kita menjadikan manusia, menurut gambar dan rupa Kita..” Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Namun demikian, apalah artinya kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Oleh sebab itu Yohanes 15: 5 mengatakan “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya”. Menunjukkan bahwa kita sebagai ranting yang hidup, tumbuh dan berbuah sesuai dengan pokok anggur tersebut.

Pokok anggur akan menghasilkan buah anggur, begitu pula dengan pohon-pohon buah lainnya. Batang pohon mangga akan menghasilkan buah mangga dan batang pohon durian tentu akan menghasilkan buah durian. Akan sangat aneh sekali jika kita melihat pohon mangga yang menghasilkan durian. Tentu karena hal tersebut adalah sesuatu hal yang tidak semestinya terjadi. Kehidupan kita sebagai ranting dari pokok anggur yang benar, memiliki arti bahwa kita sebagai seorang Kristen yang hidup di dalam Kristus akan menghasilkan nilai-nilai Kristus di dalam kehidupan kita. Akan sangat sia-sia jika seseorang hidup di dalam Kristus tetapi justru menghasilkan buah-buah yang lain di dalam kehidupannya.

Pertanyaan tentang, “Siapakah Anda?” kini dimengerti dengan bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai ciptaan yang serupa dengan-Nya, dan sebagai carang dari pokok anggur yang sejati. Pernyataan tentang identitas diri tidak lagi semata-mata dilihat dari perspektif pribadi, melainkan tentang panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Serupa dengan-Nya berarti kita menampilkan wajah Allah di tengan dunia ini. Setiap perkataan dan tindakan yang kita tampilkan di tengah kehidupan ini (sebagai pasangan, pelajar, pekerja, dll), adalah segala sesuatu yang menghadirkan citra Allah. Begitu pula diri kita sebagai carang dari pokok anggur. Hidup kita tidak berbicara tentang diri sendiri. Kita dipanggil untuk mengejawantahkan nilai-nilai Kristiani, sebagaimana kita adalah pengikut Kristus.

Yohanes 15:5 berkata, “… Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Ayat ini menjadi perenungan kita bersama. Tenang bagaimana kita menjalani kehidupan kita. Apakah kita selama ini betul-betul sudah hidup dengan Kristus sebagai pusatnya? Apakah selama ini kita sudah benar-benar menghidupi identitas kita sebagai ciptaan yang serupa dengan-Nya? Identitas kristiani kita tidak hanya terletak pada pengakuan semata, melainkan dalam tindakan nyata. Marilah berbuah! – LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....