Serupa Dengan-Nya

Yohanes 15: 1-8

Belum ada komentar 57 Views

Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa memiliki jawaban yang variatif. Ada yang menjawab berdasarkan status pendikan, suku, pekerjaan, hobi, dan banyak lagi. ” Saya adalah kepala rumah tangga, saya adalah lulusan SMA, saya adalah seorang photographer, dll” Namun demikian, biasanya sangat jarang seseorang menjawab pertanyaan ini dengan melepaskan status-status pekerjaan, pendidikan, kesukuan, dll. “Siapakah kita sebenarnya?”

Kita sering menggunakan perspektif pribadi untuk menyatakan identitas diri. Namun demikian, siapakah kita di mata Allah? Kejadian 1:26 tertulis ,”Baiklah Kita menjadikan manusia, menurut gambar dan rupa Kita..” Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Namun demikian, apalah artinya kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Oleh sebab itu Yohanes 15: 5 mengatakan “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya”. Menunjukkan bahwa kita sebagai ranting yang hidup, tumbuh dan berbuah sesuai dengan pokok anggur tersebut.

Pokok anggur akan menghasilkan buah anggur, begitu pula dengan pohon-pohon buah lainnya. Batang pohon mangga akan menghasilkan buah mangga dan batang pohon durian tentu akan menghasilkan buah durian. Akan sangat aneh sekali jika kita melihat pohon mangga yang menghasilkan durian. Tentu karena hal tersebut adalah sesuatu hal yang tidak semestinya terjadi. Kehidupan kita sebagai ranting dari pokok anggur yang benar, memiliki arti bahwa kita sebagai seorang Kristen yang hidup di dalam Kristus akan menghasilkan nilai-nilai Kristus di dalam kehidupan kita. Akan sangat sia-sia jika seseorang hidup di dalam Kristus tetapi justru menghasilkan buah-buah yang lain di dalam kehidupannya.

Pertanyaan tentang, “Siapakah Anda?” kini dimengerti dengan bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai ciptaan yang serupa dengan-Nya, dan sebagai carang dari pokok anggur yang sejati. Pernyataan tentang identitas diri tidak lagi semata-mata dilihat dari perspektif pribadi, melainkan tentang panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Serupa dengan-Nya berarti kita menampilkan wajah Allah di tengan dunia ini. Setiap perkataan dan tindakan yang kita tampilkan di tengah kehidupan ini (sebagai pasangan, pelajar, pekerja, dll), adalah segala sesuatu yang menghadirkan citra Allah. Begitu pula diri kita sebagai carang dari pokok anggur. Hidup kita tidak berbicara tentang diri sendiri. Kita dipanggil untuk mengejawantahkan nilai-nilai Kristiani, sebagaimana kita adalah pengikut Kristus.

Yohanes 15:5 berkata, “… Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Ayat ini menjadi perenungan kita bersama. Tenang bagaimana kita menjalani kehidupan kita. Apakah kita selama ini betul-betul sudah hidup dengan Kristus sebagai pusatnya? Apakah selama ini kita sudah benar-benar menghidupi identitas kita sebagai ciptaan yang serupa dengan-Nya? Identitas kristiani kita tidak hanya terletak pada pengakuan semata, melainkan dalam tindakan nyata. Marilah berbuah! – LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...