Semangat Persaudaraan

Kejadian 45:1-15

Belum ada komentar 126 Views

“Marilah dekat-dekat.” (Kej. 45:4)

Salah satu kekuatan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia adalah semangat persaudaraan yang merayakan perbedaan beraneka suku bangsa, bahasa, budaya, agama dan kepercayaan, serta ideologi. Tanpa semangat persaudaraan, Indonesia sulit menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka.

Yusuf menunjukkan diri sebagai pribadi yang punya semangat persaudaraan. Walaupun mengalami tindakan jahat dari saudara- saudaranya, Yusuf tetap mengakui dan mengasihi mereka. Tentu, Yusuf merasa terluka dan sakit atas perlakuan kejam saudara- saudaranya. Namun, ia tidak menjadikan peristiwa menyakitkan itu sebagai kepahitan yang mendorong rasa dendam. Bagi Yusuf, perlakuan kejam saudaranya itu menjadi satu peristiwa yang menentukan bagi kelanjutan hidup keluarga anak-anak Yakub. Dengan semangat iman, Yusuf menegaskan, “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (ay. 5). Dengan semangat persaudaraan, Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Marilah dekat-dekat” (ay. 4).

Sikap egoisme, perilaku mementingkan diri sendiri atau kelompok, jelas-jelas merusak relasi. Sebaliknya, semangat persaudaraan menguatkan relasi, mendorong kita untuk hidup saling dekat dan saling menolong. Dengan semangat persaudaraan, baiklah kita merayakan kemerdekaan hidup agar kedamaian terjadi di bumi ini. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

DOA:
Ya Allah, ajarkanlah aku mengisi kemerdekaan hidup ini dalam semangat persaudaraan di mana pun kami berada. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 36; Kej. 45:1-15; Kis. 7:9-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...