Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai” (Matius 9:29)
Seorang anak kecil kehilangan mainan kesayangannya di taman. Ia mencari sambil menangis, tetapi tetap tidak menemukannya. Ketika ayahnya datang, si anak berhenti menangis dan berkata, “Ayah, tolong cari!” Ia percaya ayahnya bisa menemukannya. Dalam waktu singkat, mainan itu ditemukan. Anak itu tak tahu bagaimana caranya, tetapi ia percaya ayahnya bisa.
Matius 9:27-34 mencatat serangkaian mukjizat Yesus. Dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Ini bukan sekadar permintaan belas kasihan, melainkan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka, melainkan bertanya, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya, Tuhan!” Kemudian Yesus menyentuh mata mereka dan berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai.” Lalu mata mereka terbuka dan dapat melihat. Ayat ini menyoroti bahwa iman menjadi kunci untuk mengalami kuasa Allah. Yesus menanggapi iman, bukan hanya keluhan. la bertanya apakah kita sungguh percaya, lalu la bertindak sesuai iman kita.
Di tengah pergumulan hidup kita, Tuhan Yesus bertanya kepada kita seperti kepada orang buta itu, “Percayakah engkau bahwa Aku dapat melakukannya?” Ketika kita menjawab, “Ya, Tuhan!” dan menyerahkan hidup kita, la bertindak menurut iman kita. Apakah kita sedang buta oleh ketakutan? Imanlah yang membuka mata kita untuk melihat terang kasih-Nya. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami setiap hari, agar mata kami terbuka melihat karya-Mu yang ajaib. Amin.
Ayat Pendukung: Kel. 34:1-9; Mzm. 50:7-15; Mat. 9:27-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.