Sang Kekal Diam Bersama Kita

Yohanes 1:14

Belum ada komentar 47 Views

Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada saat yang sama, selalu ada yang membuat masa lalu berharga justru dalam kerapuhan manusia.” Dapat dipastikan, hampir semua orang akan setuju bahwa tahun lalu adalah tahun yang mengerikan. Pandemi yang merenggut kehidupan orang-orang yang kita kasihi atau yang kita kenal dengan baik, krisis ekonomi, bahkan krisis kemanusiaan, dan krisis- krisis lainnya.

Namun saya termenung saat membaca teks Injil yang menjadi perenungan kita bersama dalam kebaktian hari ini, khususnya Yohanes 1:14. Yohanes menuliskan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Firman dalam bahasa aslinya yakni Logos memiliki arti hikmat konsepsi tertinggi, dan bersifat kekal berbanding balik dengan manusia yang memiliki arti rapuh karena sifatnya yang fana. Yohanes memberikan kesaksian tentang Allah yang memiliki kekekalan justru memilih untuk menjadi manusia yang rapuh dan terbatas. Ia adalah Allah yang tidak takut kehilangan kekekalan-Nya. Bukankah sebagai manusia kita ingin memiliki kehidupan yang kekal bersama Allah, namun Yohanes justru menunjukkan Allah yang meninggalkan kekekalan-Nya dan menjadi manusia seperti kita. Jika demikian, lalu apa arti kekekalan?

Ternyata kekekalan bukan hanya berbicara tentang situasi hidup nyaman dan damai bersama Allah. Kekekalan Allah berbicara juga soal Dia yang terus berkarya dalam situasi apa pun. Ayat 14 menunjukkan sang Kekal yang berdiam di antara kita adalah Allah yang menggunakan kerapuhan untuk terus berkarya bahkan dalam situasi krisis sekalipun.

Mengapa di tengah yang mengerikan ada juga yang berharga yang kita temukan dalam kerapuhan? Karena Allah yang Kekal adalah Allah yang berkarya di tengah kerapuhan.

Maka, selamat menyongsong tahun 2021, Saudara sekalian. Kiranya kita menjalani tahun ini dengan keyakinan bahwa Sang Kekal itu terus berkarya dalam hidup kita dan memampukan kita dipakai untuk menunjukkan karya-Nya pada dunia. Amin.

ana

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....