Sang Kekal Diam Bersama Kita

Yohanes 1:14

Belum ada komentar 78 Views

Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada saat yang sama, selalu ada yang membuat masa lalu berharga justru dalam kerapuhan manusia.” Dapat dipastikan, hampir semua orang akan setuju bahwa tahun lalu adalah tahun yang mengerikan. Pandemi yang merenggut kehidupan orang-orang yang kita kasihi atau yang kita kenal dengan baik, krisis ekonomi, bahkan krisis kemanusiaan, dan krisis- krisis lainnya.

Namun saya termenung saat membaca teks Injil yang menjadi perenungan kita bersama dalam kebaktian hari ini, khususnya Yohanes 1:14. Yohanes menuliskan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Firman dalam bahasa aslinya yakni Logos memiliki arti hikmat konsepsi tertinggi, dan bersifat kekal berbanding balik dengan manusia yang memiliki arti rapuh karena sifatnya yang fana. Yohanes memberikan kesaksian tentang Allah yang memiliki kekekalan justru memilih untuk menjadi manusia yang rapuh dan terbatas. Ia adalah Allah yang tidak takut kehilangan kekekalan-Nya. Bukankah sebagai manusia kita ingin memiliki kehidupan yang kekal bersama Allah, namun Yohanes justru menunjukkan Allah yang meninggalkan kekekalan-Nya dan menjadi manusia seperti kita. Jika demikian, lalu apa arti kekekalan?

Ternyata kekekalan bukan hanya berbicara tentang situasi hidup nyaman dan damai bersama Allah. Kekekalan Allah berbicara juga soal Dia yang terus berkarya dalam situasi apa pun. Ayat 14 menunjukkan sang Kekal yang berdiam di antara kita adalah Allah yang menggunakan kerapuhan untuk terus berkarya bahkan dalam situasi krisis sekalipun.

Mengapa di tengah yang mengerikan ada juga yang berharga yang kita temukan dalam kerapuhan? Karena Allah yang Kekal adalah Allah yang berkarya di tengah kerapuhan.

Maka, selamat menyongsong tahun 2021, Saudara sekalian. Kiranya kita menjalani tahun ini dengan keyakinan bahwa Sang Kekal itu terus berkarya dalam hidup kita dan memampukan kita dipakai untuk menunjukkan karya-Nya pada dunia. Amin.

ana

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...