Saat Terakhir

Daniel 12:1-3; Mazmur 16; Ibrani 10:11-25; Markus 13:1-8

Belum ada komentar 7 Views

Bicara tentang saat terakhir dari kehidupan ini selalu menggugah rasa ingin tahu kita. Kapan itu terjadi (seperti pertanyaan para murid di Injil Markus), bagaimana hal itu terjadi, dstnya. Saat terakhir selain menggugah rasa ingin tahu, juga lebih banyak menciptakan kengerian. Jika kita membaca peristiwa yang tertulis di Markus bukanlah peristiwa yang tidak pernah terjadi dalam hidup kita. Bencana alam, permusuhan bahkan antar saudara, peperangan antar bangsa, dan kelaparan silih berganti kita alami. Situasi pandemi yang kita alami pun sering kali dilihat sebagai tanda dari saat terakhir.

Berakhirnya segala sesuatu dalam kehidupan ini adalah sebuah kepastian sebab tidak ada kekekalan dalam diri ciptaan. Seluruh ciptaan memiliki keterbatasan dan terbatas pula dalam hal waktu. Namun kapan itu terjadi tidak ada seorang pun tahu. Kerahasiaan itu telah dinyatakan bagi kita. Bicara soal saat terakhir bukan soal kapan dan bagaimana namun justru menarik kita untuk menghargai masa kini dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh.

Markus menuliskan waspada pada ketersesatan, artinya dalam waktu yang ada jangan sampai kita dibelokkan dari tujuan hidup kita yaitu kepada Kristus. Segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, seharusnya membuat kita memaknai arti hidup di dalam Injil. Mazmur 16:4 dituliskan, “Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain…” dan sebaliknya Mazmur menegaskan pemeliharaan Allah dalam hidup orang percaya.

Bicara saat akhir artinya membicarakan bagaimana saya hidup di masa kini. Apakah menjauhkan diri dari persekutuan seperti yang ditulis di Ibrani atau memelihara relasi dalam cinta Allah yang menyelamatakan dan menjaga. Semoga pengharapan akan saat akhir membuat kita semakin bertanggungjawab atas hidup di masa kini.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...