Saat Napas Berhenti

Mazmur 146

Belum ada komentar 85 Views

Apabila napasnya berhenti, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah segala rencananya. (Mazmur 146:4)

Michael adalah seorang pengusaha ternama yang membangun kerajaan bisnisnya dari nol. Ia bekerja keras mencapai puncak kesuksesan. Kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan telah dicapainya. Namun, Michael menyimpan kekhawatiran mendalam. Kesehatannya mulai menurun, usianya tak lagi muda, dan ia menyadari bahwa semua yang ia kumpulkan selama ini tidak dapat menjamin masa depannya. Bahkan, tidak dapat ia bawa mati. “Siapakah yang akan meneruskan usahaku? Akankah kekayaanku menemaniku pada akhir hayatku?” gumamnya dalam hati. Kegelisahan Michael mencerminkan realitas hidup yang sering kita lupakan, yaitu kefanaan manusia.

Seperti kata pemazmur, hidup di dunia ini memang sementara. Segala pencapaian, kekuasaan, dan harta benda yang kita kumpulkan akan sirna saat ajal menjemput. Seperti embun pagi yang cepat hilang diterpa sinar matahari, demikian pula kehidupan manusia di dunia. Pesan ini bukanlah untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan kita akan kenyataan, supaya kita tidak menaruh harapan pada hal-hal yang fana.

Mengetahui kefanaan hidup mendorong kita untuk lebih bijaksana. Maka, mari kita investasikan hidup dengan membangun hubungan yang akrab dengan Allah dan mengasihi sesama. Setiap hari adalah kesempatan untuk menghidupi teladan Kristus dengan menjadi jalan berkat bagi sesama. Dengan demikian, meskipun raga kita akan kembali menjadi debu, warisan iman dan kasih kita akan tetap hidup dan berbuah. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apa yang akan aku tinggalkan saat napas hidupku kelak berhenti?

Ayat Pendukung: Ams. 22:2-16; Mzm. 146; 2 Kor. 8:8-15
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...
  • Dia Mendengar Doaku
    Mazmur 116:1-2, 12-19
    Aku mengasihi TUHAN, sebab la mendengarkan suaraku dan permohonanku. (Mazmur 116:1) Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan terluka....
  • Kasih Di Atas Aturan
    Matius 12:1-8
    “Sebab, Anak manusia adalah Tuan atas hari Sabat” (Matius 12:8) Seorang perawat melanggar jam kerja saat menolong korban kecelakaan...
  • Memegang Perjanjian Yang Kudus
    Kejadian 17:1-27
    Allah berfirman lagi kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun (Kejadian 17:9) Saat...
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:48) Ada orang yang tak bisa lepas...