Saat Badai Reda

Mazmur 107:1-3, 23-32

Belum ada komentar 151 Views

Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31)

Pernah bepergian menggunakan kapal laut dari satu pulau ke pulau yang lain? Bagaimana rasanya? Ada sensasi berbeda dengan moda transportasi lain, bukan?

Dalam bacaan kita, pemazmur menggambarkan para pedagang di masa itu, melayari laut untuk berdagang dengan menggunakan kapal. Para pedagang itu sering menghadapi situasi yang tak terduga. Badai dan gelombang tinggi menghempaskan kapal mereka, membuat mereka mabuk laut dan berada dalam bahaya. Maut ada di depan mata mereka, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka. Maka mereka berteriak memanggil Tuhan. Mereka kemudian menyaksikan dan merasakan bagaimana Tuhan berkarya dengan ajaib. Tuhan membuat badai gelombang yang begitu dahsyat reda seketika. Laut kembali tenang, seolah tak terjadi apa pun. Hati mereka menjadi lega karena badai telah reda. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena Tuhan telah menyelamatkan mereka melewati badai.

Kehidupan kadang seperti orang yang sedang di atas kapal mengarungi samudera raya. Ada saat keadaan tenang dan baik-baik saja, tidak ada masalah berarti. Namun, kadang badai besar terjadi, menghantam kehidupan kita hingga nyaris karam. Tidak ada yang dapat dilakukan. Berteriak kepada Tuhan menjadi satu-satunya hal yang bisa dilakukan. Tuhan pun berkarya. Ia meredakan badai. Ketika badai telah reda maka yang tersisa semestinya adalah rasa syukur yang besar, sebab Tuhan berkarya secara ajaib menyelamatkan umat-Nya. [Pdt. Henni Herlina]

DOA:
Engkau selalu dapat meredakan badai dalam hidup kami. Kiranya kami selalu mengingat karya kasih-Mu yang ajaib itu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 107:1-3, 23-32; Ayb. 37:1-13; Luk. 21:25-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Rumah Doa
    Lukas 19:45-48
    Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. (Luk. 19:46) Di sepanjang pelayanan-Nya,...
  • Jangan Keras Kepala
    “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti...
  • Roh Di Dalammu Lebih Besar
    1 Yohanes 4:1-6
    Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu...
  • Menilai Zaman
    Matius 24:15-27
    “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk. 12:56)...
  • Jangan Terkecoh
    Matius 24:15-27
    “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya...