Roh Yang Baru Sebagai Anugerah Tuhan

Roh Yang Baru Sebagai Anugerah Tuhan

Belum ada komentar 355 Views

Kasih Allah terhadap umat Israel tidak pernah berubah. Ketika bangsa Israel diijinkan Tuhan mengalami pembuangan di tengah-tengah bangsa kafir, bukan semata-mata untuk menyingkirkan mereka dari hadapan Allah, melainkan bertujuan untuk menyadarkan umat dari dosa-dosa mereka.

Melalui proses penyadaran yang dialami oleh umat Israel selama masa pembuangan, hati mereka ditahirkan dan dibaharui. Pemurnian diri dan pemulihan hubungan dengan Tuhan hanya dapat terjadi karena kasih-karunia Allah. Itu sebabnya di Yeh. 36:25, Allah berfirman: “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”. Disini jelas Allah bertindak sebagai subyek yang berinisiatif untuk mencurahkan air jernih yang fungsinya untuk mentahirkan dosa-dosa umat. Inisiatif Allah tersebut terjadi karena hanya Allah saja yang memiliki air jernih yang mampu membersihkan umat dari seluruh kenajisannya. Umat berperan sebagai penyambut dan penerima  air jernih Allah. Dengan demikian air jernih yang digunakan dalam nubuat nabi Yehezkiel berfungsi sebagai simbolisasi pengampunan dan pengudusan Allah.

Tindakan Allah yang mentahirkan umat Israel akan menghasilkan kehidupan yang diperbarui, sebab Allah mengaruniakan hati yang baru dan roh yang baru. ‘Hati’ dalam dunia Perjanjian Lama dipahami sebagai pusat atau inti dari kepribadian manusia. Karena itu apabila hati dan roh umat diperbarui oleh Allah, maka umat akan mengalami kelahiran baru, suatu kehidupan yang baru bersama dengan Tuhan. Manusia tidak lagi memusatkan diri pada misi pribadinya, melainkan misi Allah. Apapun yang dikerjakannya adalah semata-mata untuk kemuliaan Allah. Demikianlah kita sebagai umatNya, juga diundang untuk menyerahkan hidup kita dibimbing Roh-Nya yang kudus untuk misi yang baru dari Allah dalam hidup kita.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...