Roh Kudus Menuntun  Untuk Mengasihi

Roh Kudus Menuntun Untuk Mengasihi

Belum ada komentar 274 Views

Salah satu sumber konflik di jemaat Roma sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Yang satu yakin bahwa makan daging dan minum anggur akan merongrong relasinya dengan Tuhan. Yang satu lagi meyakini bahwa relasinya dengan Tuhan tidaklah bergantung pada hal-hal itu. Paulus pun berpendapat sama, seperti yang dikatakannya dalam ayat 17, “…Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Berdasarkan prinsip ini, yang berkeras memantangkan daging dan anggur, mestinya dengan sederhana bisa diingatkan untuk berubah. Tetapi menurut Paulus, Kerajaan Allah adalah soal damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Maka justru bagi yang memahami bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman”, konflik itu tidaklah boleh bermuara pada penentuan salah-benar. Sebaliknya, kata Paulus, “Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih…” (ayat 15). Inilah dimensi kasih yang kerap terabaikan pada banyak konflik dalam kehidupan bersama orang-orang percaya, bahkan dalam persekutuan jemaat Tuhan.

Roh Kudus memerdekakan orang percaya dari pemahaman sempit soal salah-benar, kuat-lemah, mampu-tak mampu, kalah-menang. Roh Kudus menuntun orang percaya untuk mengasihi siapa pun, juga mereka yang berkonflik dengan kita. Mengasihi yang hanya bisa terjadi bila kita sungguh-sungguh menyadari bahwa “saudara-saudara” kita itu, dengan siapa kita berkonflik, adalah juga “orang-orang bagi siapa Kristus telah mati” (ayat 15).

Jangan lupa, “…barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” (ayat 18).

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...