Roh Kudus Menuntun  Untuk Mengasihi

Roh Kudus Menuntun Untuk Mengasihi

Belum ada komentar 206 Views

Salah satu sumber konflik di jemaat Roma sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Yang satu yakin bahwa makan daging dan minum anggur akan merongrong relasinya dengan Tuhan. Yang satu lagi meyakini bahwa relasinya dengan Tuhan tidaklah bergantung pada hal-hal itu. Paulus pun berpendapat sama, seperti yang dikatakannya dalam ayat 17, “…Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Berdasarkan prinsip ini, yang berkeras memantangkan daging dan anggur, mestinya dengan sederhana bisa diingatkan untuk berubah. Tetapi menurut Paulus, Kerajaan Allah adalah soal damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Maka justru bagi yang memahami bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman”, konflik itu tidaklah boleh bermuara pada penentuan salah-benar. Sebaliknya, kata Paulus, “Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih…” (ayat 15). Inilah dimensi kasih yang kerap terabaikan pada banyak konflik dalam kehidupan bersama orang-orang percaya, bahkan dalam persekutuan jemaat Tuhan.

Roh Kudus memerdekakan orang percaya dari pemahaman sempit soal salah-benar, kuat-lemah, mampu-tak mampu, kalah-menang. Roh Kudus menuntun orang percaya untuk mengasihi siapa pun, juga mereka yang berkonflik dengan kita. Mengasihi yang hanya bisa terjadi bila kita sungguh-sungguh menyadari bahwa “saudara-saudara” kita itu, dengan siapa kita berkonflik, adalah juga “orang-orang bagi siapa Kristus telah mati” (ayat 15).

Jangan lupa, “…barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” (ayat 18).

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • apakah
    Apakah yang Kamu Cari?
    Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:2-12;1 Korintus 1:1-9; Yohanes 1:29-42
    Injil Yohanes diawali dengan dua tema yang saling berkaitan: identitas Yesus dan makna dari pemuridan. “Lihatlah Anak domba Allah!”...
  • Cinta-Nya
  • Yesus Bukan Ancaman
    Matius 2:13-23
    Tema ini sangat menimbulkan kegelisahan. Kegelisan ini perlu untuk menumbuhkan iman. Mengapa ada orang yang menganggap Yesus ancaman? Siapa...
  • TAAT
    “Owww … Tidak berintegritas”, seru seorang kawan saat melihat seorang pengendara menerobos lampu merah. Ia kemudian berkata, “Punya SIM...
Kegiatan