Rela Berkorban

Kejadian 44:18-34

Belum ada komentar 194 Views

Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak Tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama saudara-saudaranya. (Kejadian 44:33)

Pertikaian dalam relasi persaudaraan antara adik dan kakak adalah hal yang wajar terjadi. Namun pertalian saudara membuat pertikaian cepat didamaikan. Bahkan sangat mungkin sesama saudara pun saling mengorbankan diri demi menolong saudaranya yang lain.

Begitu pula yang dilakukan Yehuda terhadap Benyamin. Saudara- saudara Yusuf telah melakukan hal yang buruk terhadapnya. Akan tetapi, karena bencana kelaparan yang melanda, keluarga ini harus pergi ke Mesir untuk memperoleh makanan dan malah bertemu Yusuf. Peristiwa piala Yusuf yang didapati berada di karung Benyamin membuat keluarga ini tidak diperkenankan untuk pergi. Maka, Yehuda mengambil inisiatif untuk menggantikan Benyamin menjadi budak Yusuf. Dengan mempertimbangkan keadaan ayah mereka, Yehuda mau menggantikan Benyamin. Yehuda sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, tetapi ia rela menggantikan posisi Benyamin.

Bagaimana relasi kita dengan adik atau kakak kita? Tentu kita pernah mengalami keadaan senang dan sedih bersama, ribut tetapi rukun kembali, dan lain-lainnya. Akan tetapi, pengorbanan apa yang pernah kita lakukan bagi saudara kita? Semoga kita dapat meneladani kisah Yehuda ini. Ia tidak mementingkan keselamatan dirinya, melainkan ayah dan anggota keluarganya yang lain. Padahal, apabila ia menjadi budak, tentu kehidupannya tidak akan lebih baik dari sebelumnya. Semangat pengorbanan ini kiranya ada dalam relasi kita dengan keluarga kita dan dengan kelompok-kelompok yang lebih luas. Pengorbanan diri menunjukkan adanya kerelaan mengendalikan ego pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama. [Pdt. Yosafat Simatupang]

DOA:
Ya Tuhan, kiranya kami mau berkorban untuk kepentingan bersama yang lebih baik. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 44:18-34; Mzm. 37:1-11, 39-40; Luk. 12:57-59
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...