Rela Berkorban

Kejadian 44:18-34

Belum ada komentar 175 Views

Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak Tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama saudara-saudaranya. (Kejadian 44:33)

Pertikaian dalam relasi persaudaraan antara adik dan kakak adalah hal yang wajar terjadi. Namun pertalian saudara membuat pertikaian cepat didamaikan. Bahkan sangat mungkin sesama saudara pun saling mengorbankan diri demi menolong saudaranya yang lain.

Begitu pula yang dilakukan Yehuda terhadap Benyamin. Saudara- saudara Yusuf telah melakukan hal yang buruk terhadapnya. Akan tetapi, karena bencana kelaparan yang melanda, keluarga ini harus pergi ke Mesir untuk memperoleh makanan dan malah bertemu Yusuf. Peristiwa piala Yusuf yang didapati berada di karung Benyamin membuat keluarga ini tidak diperkenankan untuk pergi. Maka, Yehuda mengambil inisiatif untuk menggantikan Benyamin menjadi budak Yusuf. Dengan mempertimbangkan keadaan ayah mereka, Yehuda mau menggantikan Benyamin. Yehuda sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, tetapi ia rela menggantikan posisi Benyamin.

Bagaimana relasi kita dengan adik atau kakak kita? Tentu kita pernah mengalami keadaan senang dan sedih bersama, ribut tetapi rukun kembali, dan lain-lainnya. Akan tetapi, pengorbanan apa yang pernah kita lakukan bagi saudara kita? Semoga kita dapat meneladani kisah Yehuda ini. Ia tidak mementingkan keselamatan dirinya, melainkan ayah dan anggota keluarganya yang lain. Padahal, apabila ia menjadi budak, tentu kehidupannya tidak akan lebih baik dari sebelumnya. Semangat pengorbanan ini kiranya ada dalam relasi kita dengan keluarga kita dan dengan kelompok-kelompok yang lebih luas. Pengorbanan diri menunjukkan adanya kerelaan mengendalikan ego pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama. [Pdt. Yosafat Simatupang]

DOA:
Ya Tuhan, kiranya kami mau berkorban untuk kepentingan bersama yang lebih baik. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 44:18-34; Mzm. 37:1-11, 39-40; Luk. 12:57-59
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...
  • Muliakan Tuhan Dengan Kekayaan
    Matius 19:23-30
    “Sekaii lagi Aku berkata kepadamu: Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan...