Rasa cukup

Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal

Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31

Belum ada komentar 54 Views

Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia akan mati dan selanjutnya………? Ada yang berpendapat setelah kematian tidak ada apa-apa lagi, semuanya sudah selesai. Melalui bacaan ini kita diingatkan kembali, setelah kematian masih ada kehidupan yang kekal sebagai wujud dari keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada setiap orang yang percaya  kepada-Nya. Buah dari keselamatan yang Tuhan berikan itu seharusnya nampak dari kehidupan orang percaya yang berjuang terus menerus mengusahakan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Kesadaran akan kehidupan yang kekal menuntun orang percaya untuk tidak lagi memfokuskan diri pada hal yang sia-sia yang sifatnya hanya sementara, melainkan memfokuskan diri pada kehidupan yang dikehendaki Tuhan. Dengan demikian ia akan menjalani kehidupan ini dengan tenang dan mengupayakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, sekaligus juga mengajak orang lain untuk hidup kembali ke jalan Tuhan yang mengarah pada kehdupan yang kekal.

“Rasa cukup” mempunyai makna mencukupkan pada apa yang telah Tuhan berikan, sekaligus merupakan perwujudan syukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan ini. Hal ini akan mengarahkan kita untuk memfokuskan diri bukan pada upaya memperkaya diri melainkan kerinduan untuk berbagi kepada orang lain sebagai wujud atau buah dari keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Iman pada Kristus pada akhirnya menghasilkan perbuatan yang besar bagi Kristus, bukan perbuatan yang didorong oleh kedagingan untuk bisa mendapatkan penerimaan Allah, tapi perbuatan yang didorong oleh iman dalam sebuah kehidupan yang telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
Kegiatan