Rasa cukup

Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal

Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31

Belum ada komentar 162 Views

Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia akan mati dan selanjutnya………? Ada yang berpendapat setelah kematian tidak ada apa-apa lagi, semuanya sudah selesai. Melalui bacaan ini kita diingatkan kembali, setelah kematian masih ada kehidupan yang kekal sebagai wujud dari keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada setiap orang yang percaya  kepada-Nya. Buah dari keselamatan yang Tuhan berikan itu seharusnya nampak dari kehidupan orang percaya yang berjuang terus menerus mengusahakan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Kesadaran akan kehidupan yang kekal menuntun orang percaya untuk tidak lagi memfokuskan diri pada hal yang sia-sia yang sifatnya hanya sementara, melainkan memfokuskan diri pada kehidupan yang dikehendaki Tuhan. Dengan demikian ia akan menjalani kehidupan ini dengan tenang dan mengupayakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, sekaligus juga mengajak orang lain untuk hidup kembali ke jalan Tuhan yang mengarah pada kehdupan yang kekal.

“Rasa cukup” mempunyai makna mencukupkan pada apa yang telah Tuhan berikan, sekaligus merupakan perwujudan syukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan ini. Hal ini akan mengarahkan kita untuk memfokuskan diri bukan pada upaya memperkaya diri melainkan kerinduan untuk berbagi kepada orang lain sebagai wujud atau buah dari keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Iman pada Kristus pada akhirnya menghasilkan perbuatan yang besar bagi Kristus, bukan perbuatan yang didorong oleh kedagingan untuk bisa mendapatkan penerimaan Allah, tapi perbuatan yang didorong oleh iman dalam sebuah kehidupan yang telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...