Ruang

Rangkullah dan Beri Ruang!

Belum ada komentar 63 Views

Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu adalah cerminan konflik. Satu hal tertentu diperjumpakan pada beberapa orang pada kesempatan waktu dan tempat yang sama. 

Dalam hidup keluarga, konflik juga pasti terjadi. Keterbatasan waktu, perbedaan kepentingan, keberagaman kebutuhan dan banyak hal lain bercampur dalam keluarga yang sama dan kadang bertumpuk pada waktu yang sama. Contohkanlah hal kecil seperti bagi raport di hari jumat pagi. Sang ayah dan ibu bekerja di hari Jumat. Masing masing memiliki kepentingan sedangkan si anak butuh orang tua mengambil raport. Belum lagi hal yang lebih rumit seperti beda harapan. Anak ingin masuk bidang seni, sang ayah ingin anaknya seperti dirinya menggeluti bidang ekonomi, dan ibu mengharapkan anaknya mengikuti dirinya di kedokteran. Contoh ini menunjukkan sempitnya ‘ruang’ (pengharapan, mimpi bersama, waktu, dan sebagainya) dalam sebuah keluarga. 

Konflik ini bisa berubah menjadi kekerasan. Tatkala pihak satu menuntut pihak lain dengan paksaan. Kekerasan verbal dan fisik acapkali membuncah saat konflik keterbatasan ‘ruang’ ini tidak teratasi dengan baik. 

Kesediaan memberi ruang akan mengubah konflik menjadi alat semakin lekatnya cinta kasih dalam keluarga. Kesediaan merangkul dan berbagi ruang membuat keluarga akan mampu berjalan bersama dalam kebahagiaan. Tuntutan berlebihan, paksaan dan prasangka hanya akan menyempitkan ruang gerak anggota keluarga seperti layaknya sel penjara yang sempit, gelap dan bau. Adakah saudara mau mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan dalam ruangan yg sempit keluarga kita? Adakah Saudara mau merangkul sehingga tercipta cukup ruang untuk berbahagia bersama? Mari beri ruang dan saling merangkul.

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan