Ruang

Rangkullah dan Beri Ruang!

Belum ada komentar 67 Views

Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu adalah cerminan konflik. Satu hal tertentu diperjumpakan pada beberapa orang pada kesempatan waktu dan tempat yang sama. 

Dalam hidup keluarga, konflik juga pasti terjadi. Keterbatasan waktu, perbedaan kepentingan, keberagaman kebutuhan dan banyak hal lain bercampur dalam keluarga yang sama dan kadang bertumpuk pada waktu yang sama. Contohkanlah hal kecil seperti bagi raport di hari jumat pagi. Sang ayah dan ibu bekerja di hari Jumat. Masing masing memiliki kepentingan sedangkan si anak butuh orang tua mengambil raport. Belum lagi hal yang lebih rumit seperti beda harapan. Anak ingin masuk bidang seni, sang ayah ingin anaknya seperti dirinya menggeluti bidang ekonomi, dan ibu mengharapkan anaknya mengikuti dirinya di kedokteran. Contoh ini menunjukkan sempitnya ‘ruang’ (pengharapan, mimpi bersama, waktu, dan sebagainya) dalam sebuah keluarga. 

Konflik ini bisa berubah menjadi kekerasan. Tatkala pihak satu menuntut pihak lain dengan paksaan. Kekerasan verbal dan fisik acapkali membuncah saat konflik keterbatasan ‘ruang’ ini tidak teratasi dengan baik. 

Kesediaan memberi ruang akan mengubah konflik menjadi alat semakin lekatnya cinta kasih dalam keluarga. Kesediaan merangkul dan berbagi ruang membuat keluarga akan mampu berjalan bersama dalam kebahagiaan. Tuntutan berlebihan, paksaan dan prasangka hanya akan menyempitkan ruang gerak anggota keluarga seperti layaknya sel penjara yang sempit, gelap dan bau. Adakah saudara mau mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan dalam ruangan yg sempit keluarga kita? Adakah Saudara mau merangkul sehingga tercipta cukup ruang untuk berbahagia bersama? Mari beri ruang dan saling merangkul.

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...