raja

Raja-kan Yesus

Belum ada komentar 59 Views

Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya.

Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja yang menyamar menjadi seorang pengemis untuk mengetahui kehidupan rakyat di kerajaanNya. Jika seorang penguasa mau meninggalkan istananya yang nyaman dengan hati penuh belas kasih serta perhatian kepada rakyatnya, maka ia ingin mengatakan sesuatu tentang karakter serta panggilan seorang pemimpin dan komunitas kerajaan yang Ia pimpin.

Ketika Yesus mengatakan bahwa kerajaanNya bukan berasal dari dunia ini, apakah yang Yesus maksud dengan dunia ini? Saat itu Yesus sedang berada di pengadilan di sebuah kerajaan, kerajaan yang menindas dan menyalahgunakan umatNya. Mungkinkah ketika Yesus mengatakan “dunia ini” dan “dari sini” (ay 36) Ia merujuk pada kerajaan Pilatus? Sebuah kerajaan yang mendapatkan “kedamaian” melalui peperangan dan dominasi atas kerajaan lain? Ketika Yesus mengatakan bahwa kerajaanNya bukan dari dunia ini, maka Ia ingin menegaskan, bahwa pemerintahanNya, kerajaanNya, berbeda dengan kerajaan yang dipimpin oleh Pilatus. Kerajaan yang Yesus bicarakan adalah Kerajaan Allah, di mana orang sakit disembuhkan, orang lapar diberi makan, orang tertindas diberi kelegaan, dan orang tertawan diberi pembebasan.

Yesus tengah bermain dengan pemahaman Pilatus tentang raja dan kerajaan. Yesus, yang berdiri di hadapannya, yang telah dipuji oleh orang biasa sebagai raja, adalah sebuah teka-teki bagi Pilatus. Yesus memiliki gagasan tentang Tuhan dan komunitas umat Allah yang menakut-nakuti pendirian pemimpin Yahudi tetapi mengobarkan hati para pengikut Yahudinya.

Kerajaan yang dipimpin oleh Yesus adalah kerajaan yang meletakkan relasi sebagai inti.
Panggilan kita adalah untuk mewujudkan kerajaan yang dipimpin oleh Yesus. Hal ini tidak hanya terbatas pada gelar raja yang kita berikan kepada Yesus, namun juga soal bagaimana menjadikan Kerajaan Allah sebagai sesuatu yang terus menerus dijadikan (a state of being), sebagai cara kita menjalani hidup, serta komitmen kita untuk melihat dunia sebagaimana Yesus melihatnya.

Kerajaan Yesus bukan soal menghimpun kuasa. Kerajaan Yesus bukan soal pemerintahan yang lebih tinggi di atas yang lain. Kerajaan Yesus adalah soal relasi-hubungan yang intim antara Raja dengan umatNya. Mari kita mewujudkan KerajaanNya di tengah kehidupan kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...