Pewujudan Janji Tuhan

Kejadian 15:1-18

Belum ada komentar 111 Views

Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kej. 15:6)

Ada kebiasaan menarik dalam masyarakat Timur ketika bertemu dengan pasangan yang baru berumah tangga. Biasanya kita bertanya, “Sudah isi atau belum?” Di balik pertanyaan itu ada pemikiran bahwa sebuah keluarga sudah seharusnya memiliki anak karena itu adalah tanda berkat Tuhan.

Pemikiran seperti itulah yang membuat Abraham kalut. Ia dan Sara sudah makin uzur, tetapi janji Tuhan tentang keturunan yang akan diberikan kepada mereka tidak kunjung terpenuhi. Ia kemudian menggugat Tuhan karena khawatir bahwa Eliezer, hambanya, yang kelak akan menjadi ahli warisnya. Namun, Tuhan kembali meneguhkan Abraham bahwa Ia akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit. Yang diminta dari Abraham adalah memercayai janji Tuhan.

Adakalanya, kita kalut karena kita merasa sendirian; atau merasa hanya ada kita dan Tuhan. Kita lupa bahwa Tuhan sering memenuhi janji-Nya dengan melibatkan orang-orang lain dalam kehidupan kita. Ia melibatkan Abraham untuk membebaskan Lot; Elia untuk menolong janda miskin di Sarfat. Ketika Abraham mencari menantu, Tuhan melibatkan Eliezer. Ia bahkan melibatkan seorang anak kecil untuk memberi makan 5000 orang. Tidak ada orang yang sanggup menghadapi semua masalah sendirian. Janji penyertaan Tuhan juga tidak terwujud seperti aksi sulap. Tuhan ingin melibatkan orang-orang percaya untuk ikut serta mewujudkan janji-Nya. Apakah kita bersedia menjadi bagiannya? [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Penjanji, terima kasih karena Engkau selalu memegang janji-Mu. Mampukan kami terlibat di dalam pewujudannya. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 21; Kej. 15:1-18; Mat. 12:33-37
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...