Keajaiban Natal: Keajaiban Pertobatan

Pernahkah saudara mengalami pertobatan?

Belum ada komentar 44 Views

Dalam bacaan kita pertobatan diserukan karena Kerajaan Allah sudah dekat. Dengan kata lain, karena Tuhan Yesus akan hadir di dunia. Tidak ada seorangpun yang menduga seperti apa Yesus dan dalam keluarga seperti apa Dia. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang menyiapkan diri untuk kedatanganNya.

Saya membayangkan, kalau Yesus lahir di sebuah istana Raja, maka semua orang akan berbondong-bondong membeli baju dan sepatu baru. Orang juga akan mencoba memasakkan makanan terenak, menggunakan mentega termahal, atau kecap kelas dunia. Namun jika mereka tahu bahwa Yesus lahir di sebuah kandang domba yang sederhana, manusiawi sekali jika mereka tidak mengindahkan kedatanganNya. Itu sebabnya bagi Yohanes yang terpenting adalah menyiapkan hati umat agar mereka dengan hati menerima kehadiran Sang Mesias.

Hati yang seperti apa yang Yohanes harapkan? Dalam pernyataan Yohanes, dia hanya menyerukan pentingnya bertobat atau memperbarui diri. Sekalipun mereka keturunan Abraham, ternyata bukan jaminan kalau mereka akan menjadi warga Kerajaan Allah dan menghasilkan banyak buah. Justru dengan keras Yohanes Pembaptis menggelitik area rasa para pendengarnya, “Hai keturunan ular beludak!” Itu berarti, bukan keturunan atau ilmu yang mereka punya yang Tuhan perhitungkan tetapi hati yang baru.

Seperti apa hati yang baru? Ternyata tidak muluk-muluk pertobatan yang Yohanes maksudkan. Ada 3 jenis orang yang bertanya kepada Yohanes, Pertama, Orang banyak. Sederhana sekali nasehatnya, “Kalau seorang punya 2 helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Nah, apakah kita termasuk orang banyak? yang punya lebih dari 2 baju dan punya makanan lebih di rumah? Mari pikirkan di hari Natal ini dan seterusnya, kepada siapa kita akan berbagi daripada menumpuk koleksi kita tahun demi tahun dan membuang makanan istimewa kita karena kita kekenyangan.

Kedua, Pemungut Cukai. Mereka adalah orang yang bekerja dengan uang dan dapat memperdaya orang lain dengan uang. Sederhana sekali, “Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan barium.” Dengan kata lain, kalau saudara kini adalah orang Kristen yang bekerja dan menentukan uang yang diberikan atau ditarik dari pelanggan, pikirkanlah bahwa hidup ini bukan untuk memperkaya diri sendiri. Melainkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang dengan talenta dan berkat yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

Ketiga, Prajurit. Mereka adalah orang yang bekerja dengan penghasilan yang cukup, tidak berlebih. Saran Yohanes, pertobatan mereka adalah, “Jangan merampas dan memeras… cukupkan diri dengan gajimu.”

Mengapa Yohanes menyerukan pertobatan kepada ketiga jenis orang seperti di atas? Karena Yohanes sadar bahwa Tuhan juga akan hadir di dunia melalui mereka sehingga melalui merekalah dunia melihat KEAJAIBAN PERTOBATAN dan Kristus di dalam mereka.

Doa: Bapa di Surga, Ubah hati kami untuk mencukupkan diri dengan apa yang kami punya sambil menjadi berkat dari apa yang kami punya. Dalam Kristus kami berdoa. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan