Perlengkapan Senjata Allah…

Efesus 6:10-20

Belum ada komentar 422 Views

Istilah “perlengkapan senjata” mengisyaratkan kekerasan, bahkan sebuah peperangan. Dan dalam teks kita, memang terdapat banyak kata yang menunjuk ke situ: perjuangan, melawan, bertahan. Mungkin karena inilah banyak orang percaya akhir-akhir ini gemar menyebut diri sebagai pemenang. Karena kehidupan ini digambarkan sebagai sebuah peperangan. Masalahnya lalu perjuangan untuk memenangkan siapa atau apa?

Yang dimaksudkan Paulus tidaklah seperti itu. Ia sama sekali tidak mengisyaratkan atau menganjurkan kekerasan. Perjuangan yang digambarkannya adalah perjuangan diri baik dari Paulus sendiri, mau pun para pendengarnya, orang percaya, termasuk kita. Perjuangan untuk tetap bertahan menghadapi apa pun dalam melaksanakan tugas panggilan sebagai orang-orang yang sudah ditebus oleh Kristus. Dan agar bisa melakukannya, orang percaya dikaruniai berbagai “perlengkapan senjata” dari Allah. Yaitu pertama-tama, ikat pinggang kebenaran dan baju zirah keadilan. Lalu, kasut kerelaan memberitakan Injil. Kemudian, perisai iman, ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah. Serta yang terakhir, doa.

Gereja Kristen Indonesia, pada tanggal 26 Agustus nanti memasuki usia 27 tahun. GKI mesti selalu mengenakan semua perlengkapan senjata itu, dalam upayanya untuk tetap setia pada tugas panggilannya sebagai gereja Tuhan, serta membangun dirinya di bumi Indonesia ini. Namun hal itu takkan dapat dilakukan oleh GKI, bila tidak setiap anggotanya, kita, mengenakannya.

Mari kita syukuri dan rayakan ulang tahun gereja kita, dengan menekadkan diri untuk sungguh-sungguh mengenakan “perlengkapan senjata” Allah itu, dalam doa yang tak putus-putusnya, dengan pertolongan Allah dalam Kristus.

Dirgahayu Gereja Kristen Indonesia.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan