Perjumpaan Yang Menghidupkan

Perjumpaan Yang Menghidupkan

Lukas 7 :11-17

Belum ada komentar 228 Views

Hidup adalah rangkaian perjumpaan dengan beragam manusia dan peristiwa. Setiap perjumpaan merupakan sebuah interaksi yang dapat melahirkan perasaan suka atau tidak suka, gembira atau sedih bahkan dapat membentuk pola pikir positif atau negatif terhadap orang lain. Perjumpaan manusia dengan Tuhan membawa sebuah kepastian kehidupan.

Penulis Lukas mengajak kita belajar dari perjumpaan Yesus dan ibu janda yang menangis karena berduka.

1. Perjumpaan yang menghidupkan
Yesus melihat dan peduli kepada ibu janda yang bersedih karena kehilangan anak lelaki sebagai sandaran hidup. Yesus berkata:” Jangan Menangis!”. Ibu Janda diajak untuk melihat kuasa Tuhan lebih besar daripada persoalannya. Karena Yesus adalah Tuhan yang selalu melihat dan tergerak oleh belaskasihan. Apakah saudara juga melihat Tuhan saat tertindih beban berat kehidupan? Yesus tidak hanya berbicara tetapi membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kehidupan dan kematian manusia.

2. Perjumpaan yang membawa kepastian
Siapakah yang dapat menghidupkan seorang yang telah meninggal? Tak seorangpun. Orang banyak yang menyertai ibu janda, tak mampu menolongnya (ayat 11). Hanya Yesus sumber jawaban bagi persoalan manusia. Kuasa kematianpun takluk pada perkataan Yesus, apalagi persoalan karir dan bisnis, rumah tangga, teman hidup dan masa depan saudara? Yesus mampu menyelesaikan masalah yang tak mampu diselesaikan manusia. Bertemu dengan Yesus membawa perubahan yang pasti. Sudahkah saudara mengalami perjumpaan yang menghidupkan?

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan