Perbuatan Allah Di Masa Lampau

Mazmur 77

Belum ada komentar 465 Views

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala (Mzm. 77:12)

Setiap orang memiliki pergumulan dalam hidupnya. Kadang hanya pergumulan ringan, tetapi ada kalanya mengalami pergumulan berat dan menyesakkan. Dalam kesesakan kadang kita bertanya, “Di mana Allah? Mengapa Ia tidak bersegera menolong kita?”

Ketika menghadapi pergumulan yang berat, sama seperti kita, pemazmur pun berseru kepada Allah. Tangannya terus terulur meminta pertolongan Tuhan. Namun, pemazmur mengalami dan merasa seolah-olah Allah diam dan tidak menolongnya. Hatinya pun bertanya, “Apakah Tuhan marah?” “Apakah Tuhan tidak lagi mengasihi dan mengasihani dia?” dan “Apakah Tuhan sudah berubah?” Tetapi kemudian, pemazmur menyadari bahwa berkeluh kesah, mempertanyakan kehadiran Tuhan, sama sekali tidak dapat menolongnya dalam menghadapi pergumulan.

Sebaliknya, ketika pemazmur berusaha untuk mengingat pekerjaan-pekerjaan Allah di masa lampau, ia merasa bahwa ingatan itu sangat menolong dan menguatkan dia. Ingatan akan pekerjaan Allah di masa lampau mengajarkan pemazmur bahwa Tuhan Allah adalah Allah yang mengasihi umat-Nya dan setia menuntun mereka dalam segala situasi yang harus dihadapi. Itu sebabnya, di akhir Mazmur yang ditulisnya ini, ia menyatakan kerinduannya untuk terus mengingat pekerjaan- pekerjaan Allah. Jalan Allah memang tidak mudah untuk dimengerti, tetapi Allah yang berjalan bersama kita adalah setia, Ia akan menuntun kita! [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Bapa, sungguh nyata perbuatan-Mu di masa lampau. Tolonglah kami untuk terus percaya pada tuntunan dan pemeliharaan-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 77; Ayb. 5:8-27; 1Pet. 3:18-18a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...
  • Melakukan Karena Mencintai
    Mazmur 119:41-48
    Aku menggemari perintah-perintah-Mu yang memang kucintai. (Mazmur 119:47) Masih ingatkah ketika Saudara jatuh cinta kepada seseorang? Ketika sedang jatuh...