Perbuatan Allah Di Masa Lampau

Mazmur 77

Belum ada komentar 463 Views

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala (Mzm. 77:12)

Setiap orang memiliki pergumulan dalam hidupnya. Kadang hanya pergumulan ringan, tetapi ada kalanya mengalami pergumulan berat dan menyesakkan. Dalam kesesakan kadang kita bertanya, “Di mana Allah? Mengapa Ia tidak bersegera menolong kita?”

Ketika menghadapi pergumulan yang berat, sama seperti kita, pemazmur pun berseru kepada Allah. Tangannya terus terulur meminta pertolongan Tuhan. Namun, pemazmur mengalami dan merasa seolah-olah Allah diam dan tidak menolongnya. Hatinya pun bertanya, “Apakah Tuhan marah?” “Apakah Tuhan tidak lagi mengasihi dan mengasihani dia?” dan “Apakah Tuhan sudah berubah?” Tetapi kemudian, pemazmur menyadari bahwa berkeluh kesah, mempertanyakan kehadiran Tuhan, sama sekali tidak dapat menolongnya dalam menghadapi pergumulan.

Sebaliknya, ketika pemazmur berusaha untuk mengingat pekerjaan-pekerjaan Allah di masa lampau, ia merasa bahwa ingatan itu sangat menolong dan menguatkan dia. Ingatan akan pekerjaan Allah di masa lampau mengajarkan pemazmur bahwa Tuhan Allah adalah Allah yang mengasihi umat-Nya dan setia menuntun mereka dalam segala situasi yang harus dihadapi. Itu sebabnya, di akhir Mazmur yang ditulisnya ini, ia menyatakan kerinduannya untuk terus mengingat pekerjaan- pekerjaan Allah. Jalan Allah memang tidak mudah untuk dimengerti, tetapi Allah yang berjalan bersama kita adalah setia, Ia akan menuntun kita! [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Bapa, sungguh nyata perbuatan-Mu di masa lampau. Tolonglah kami untuk terus percaya pada tuntunan dan pemeliharaan-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 77; Ayb. 5:8-27; 1Pet. 3:18-18a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...