Penyertaan Tuhan

Kejadian 35:1-4

Belum ada komentar 312 Views

“Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” (Kej. 35:3)

Hari itu, kami sekeluarga berencana untuk pergi berlibur ke Ora Beach, Maluku. Sesampainya kami di Ambon, kami disambut dengan guyuran hujan. Sebagian besar orang berkata: “Mengapa pergi ke Ora di bulan Agustus, bulan ini musim hujan.” Kami hanya diam dan tetap melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Ora, kami disambut dengan gerimis. Keesokannya saat kami mau berlayar menikmati alam, Tuhan memberikan langit yang terang, jernih, dan sekumpulan lumba-lumba mengiringi kapal kami.

Yakub pergi ke Betel untuk yang kedua kalinya. Kali pertama ia pergi ke Betel karena melarikan diri dari Esau. Sekarang ia pergi atas perintah Tuhan. Mengapa? Sebab, Yakub lalai memenuhi nazar yang ia buat saat kepergiannya yang pertama. Maka, Tuhan mengingatkan Yakub kembali akan nazarnya itu. Yakub sadar akan kelalaiannya, ia juga menyadari akan penyertaan Tuhan dalam kehidupannya, karena itu ia menuruti perintah Tuhan.

Penyertaan Tuhan selalu ada di sepanjang kehidupan kita. Namun, sering kali kita bersikap seperti Yakub; kita melupakan apa yang sudah kita janjikan di hadapan Tuhan. Akhirnya, meski sibuk dengan dirinya, tetapi Yakub mendengar dan taat pada perintah Tuhan untuk kembali ke Betel. Mendengarkan dan taat, membuat Yakub kembali menyadari dan melihat penyertaan Tuhan di sepanjang kehidupannya, serta mengingat janji yang pernah ia buat, sehingga ia bisa memenuhi janji itu. [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Penyertaan-Mu Tuhan tidak pernah meninggalkan hidup dan diri kami. Terima kasih Tuhan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 86:1-10; Kej. 35:1-4; Kis. 5:17-26
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...