Penyertaan dan Pengharapan

Yohanes 16:4-15

Belum ada komentar 34 Views

Apa yang akan terjadi ketika kita kehilangan hal yang terpenting bagi kehidupan ini? Sangat mungkin untuk kita menjadi sedih, tidak berdaya, kehilangan semangat, dsb. Bayangkan dengan situasi yang terjadi kepada murid-murid Yesus. Mereka akan kehilangan seorang guru yang selama ini ada bersama dengan mereka. Kehilangan Yesus akan membuat mereka kehilangan arah, rasa sedih yang mendalam, bahkan ketakutan.

Pada Yohanes 16: 6 Yesus mengatakan, “Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.” Yesus paham betul ketika la mengatakan bahwa la akan pergi, maka hati para murid menjadi bersedih. Kesedihan dan ketakutan yang dirasakan para murid adalah suatu hal yang sangat wajar. Mereka kehilangan sosok guru, panutan, pemimpin, dan bahkan seseorang yang mereka kasihi. Oleh sebab itu Yesus mengatakan kepada mereka bahwa akan adanya Roh Penghibur dan Roh Kebenaran. Roh Allah yang membuat mereka damai dan berjalan ke dalam kebenaran.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Tentu kita secara pribadi memiliki pergumulan tersendiri. Ada banyak hal yang membuat kita sedih, takut, cemas, dll. Banyak hal pula yang membuat kita mengurung diri seperti yang pernah murid-murid Yesus lakukan. Kita seringkali menjadi tidak berdaya karena hati kita menjadi sedih dan takut. Hal yang sangat manusiawi sekali ketika kita menjalani kehidupan ini. Namun demikian kita perlu percaya bahwa Roh Allah selalu hadir.

Hal yang bisa kita pelajari bersama dari kisah murid-murid yang akan ditinggalkan Yesus adalah bahwa Roh Allah akan selalu menyertai mereka. Begitu juga dengan kita di dalam hidup yang tak menentu ini. Di dalam hidup kita bisa mengalami apa pun, khususnya hal -hal yang tidak sesuai dengan harapan kita bisa saja terjadi. Bahkan mungkin kita pernah bertanya, apakah Allah tetap menyertai kita di tengah hal buruk yang terjadi dalam hidup ini?

Kehadiran Allah bisa terlihat dalam bentuk apa pun selama kita tetap mampu beriman di tengah pergumulan hidup ini. Hidup bukan tentang apa yang terjadi kepada kita. Melainkan tentang Allah yang senantiasa bersedia menemani kita melewati lika liku, segala suka duka kehidupan. Dan selama Allah hadir maka kedamaian dan pengharapan akan selalu ada. (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...