Penyertaan dan Pengharapan

Yohanes 16:4-15

Belum ada komentar 33 Views

Apa yang akan terjadi ketika kita kehilangan hal yang terpenting bagi kehidupan ini? Sangat mungkin untuk kita menjadi sedih, tidak berdaya, kehilangan semangat, dsb. Bayangkan dengan situasi yang terjadi kepada murid-murid Yesus. Mereka akan kehilangan seorang guru yang selama ini ada bersama dengan mereka. Kehilangan Yesus akan membuat mereka kehilangan arah, rasa sedih yang mendalam, bahkan ketakutan.

Pada Yohanes 16: 6 Yesus mengatakan, “Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.” Yesus paham betul ketika la mengatakan bahwa la akan pergi, maka hati para murid menjadi bersedih. Kesedihan dan ketakutan yang dirasakan para murid adalah suatu hal yang sangat wajar. Mereka kehilangan sosok guru, panutan, pemimpin, dan bahkan seseorang yang mereka kasihi. Oleh sebab itu Yesus mengatakan kepada mereka bahwa akan adanya Roh Penghibur dan Roh Kebenaran. Roh Allah yang membuat mereka damai dan berjalan ke dalam kebenaran.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Tentu kita secara pribadi memiliki pergumulan tersendiri. Ada banyak hal yang membuat kita sedih, takut, cemas, dll. Banyak hal pula yang membuat kita mengurung diri seperti yang pernah murid-murid Yesus lakukan. Kita seringkali menjadi tidak berdaya karena hati kita menjadi sedih dan takut. Hal yang sangat manusiawi sekali ketika kita menjalani kehidupan ini. Namun demikian kita perlu percaya bahwa Roh Allah selalu hadir.

Hal yang bisa kita pelajari bersama dari kisah murid-murid yang akan ditinggalkan Yesus adalah bahwa Roh Allah akan selalu menyertai mereka. Begitu juga dengan kita di dalam hidup yang tak menentu ini. Di dalam hidup kita bisa mengalami apa pun, khususnya hal -hal yang tidak sesuai dengan harapan kita bisa saja terjadi. Bahkan mungkin kita pernah bertanya, apakah Allah tetap menyertai kita di tengah hal buruk yang terjadi dalam hidup ini?

Kehadiran Allah bisa terlihat dalam bentuk apa pun selama kita tetap mampu beriman di tengah pergumulan hidup ini. Hidup bukan tentang apa yang terjadi kepada kita. Melainkan tentang Allah yang senantiasa bersedia menemani kita melewati lika liku, segala suka duka kehidupan. Dan selama Allah hadir maka kedamaian dan pengharapan akan selalu ada. (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...