Penolakan

Markus 8: 31-38

Belum ada komentar 43 Views

Paradoks kehidupan diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid, sebelum la memasuki jalan Salib. Seolah merupakan jalan yang sudah ditetapkan, “Anak Manusia” harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli -ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari (ay.31). Pernyataan ini tentu saja bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh para murid (ay.33). Paradoks ini dipertajam dengan pernyataan Yesus, “barangsiapa kehilangan hidupnya karena Aku, ia akan memperolehnya kembali” (ay.35)

Harmoni sering kita sebut serasi, bagaimana kita bisa menyebut serasi kalau tidak ada oposisi. Kita bisa merasa kenyang karena ada rasa lapar, ada tua karena ada muda. Dari sini terbangun harmoni. Kalau semua sehat, maka sehat itu sendiri tidak ada, karena untuk ada sehat, butuh ada sakit. Kebijakan dalam kehidupan ini akan muncul justru ketika menghadapi berbagai masalah yang sulit dan rumit.

Mengikut Yesus dengan menyangkal diri, memikul Salibnya dan mengikuti jalan-Nya (ay.34) mengajarkan pada para murid bahwa kehidupan yang sempurna hanya dapat terjadi ketika kita mau menerima ketidaksempurnaan diri kita dengan mengarahkan hidup kita seperti yang dikehendaki oleh Tuhan dan bukan seperti yang kita pikirkan atau kehendaki sendiri.

Hidup ini bukan antara yang salah dan benar tetapi antara yang benar dan yang benar. Dua hal yang bertentangan bisa benar dua-duanya hanya konteksnya saja yang berbeda. Karena itu, Yesus tidak menyalahkan para Imam kepala dan ahli taurat, sebab mereka melakukan sesuatu seperti yang seharusnya dilakukan.

Penolakan harus terjadi, seperti yang dikehendaki dan dipikirkan oleh Allah (ay.33), hanya dengan penolakan ini maka terjadilah jalan Salib penderitaan yang akan mengarah pada kemuliaan yang menyelamatkan nyawa manusia.

Yang paling utama dalam hidup manusia ialah kerelaan untuk memberikan hidup kita bagi orang lain. Dengan memberikan hidup, kita akan memperoleh Kembali hidup kita. (TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....