Penjagaku tidak Terlelap

Penjagaku tidak Terlelap

Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rom. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17

Belum ada komentar 343 Views

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’. Seorang pemain akrobat misalnya, mesti percaya kepada orang yang menjaganya. Mereka dapat terbang di udara sambil berputar secara mengagumkan sampai dua, tiga, atau empat kali. Penampilan yang istimewa ini hanya mungkin karena ada penjaga yang selalu siap membantu.

Sebagian besar hidup kita boleh dikatakan adalah “terbang berputar”. Amatlah mengagumkan kalau kita dapat terbang bebas di udara seperti seekor burung. Tetapi kalau Tuhan tidak ada di sana dan siap untuk menangkap kita, terbang kita tidak akan andal.

Ketika umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem, mereka pulang dan pergi harus melewati jalur pegunungan yang berliku dan curam, ditambah lagi dengan ancaman bahaya lainnya yang seringkali tidak pernah dapat diduga. Untuk menghadapi itu, umat menyemangati dirinya dengan menyanyikan mazmur – mazmur ziarah, termasuk mazmur 121 ini. Mereka teringat dan percaya bahwa sumber pertolongan itu nyata ketika mereka berharap kepada Tuhan. Mereka tidak perlu merasa takut dan gentar, karena Sang Khalik adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan tertidur. Dia mampu menjaga dan menaungi umat-Nya. Tuhan sanggup melindungi umat-Nya dari segala mara bahaya dan kecelakaan. Ia menjagai nyawa umat-Nya sampai kapanpun.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...