Penjagaku tidak Terlelap

Penjagaku tidak Terlelap

Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rom. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17

Belum ada komentar 320 Views

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’. Seorang pemain akrobat misalnya, mesti percaya kepada orang yang menjaganya. Mereka dapat terbang di udara sambil berputar secara mengagumkan sampai dua, tiga, atau empat kali. Penampilan yang istimewa ini hanya mungkin karena ada penjaga yang selalu siap membantu.

Sebagian besar hidup kita boleh dikatakan adalah “terbang berputar”. Amatlah mengagumkan kalau kita dapat terbang bebas di udara seperti seekor burung. Tetapi kalau Tuhan tidak ada di sana dan siap untuk menangkap kita, terbang kita tidak akan andal.

Ketika umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem, mereka pulang dan pergi harus melewati jalur pegunungan yang berliku dan curam, ditambah lagi dengan ancaman bahaya lainnya yang seringkali tidak pernah dapat diduga. Untuk menghadapi itu, umat menyemangati dirinya dengan menyanyikan mazmur – mazmur ziarah, termasuk mazmur 121 ini. Mereka teringat dan percaya bahwa sumber pertolongan itu nyata ketika mereka berharap kepada Tuhan. Mereka tidak perlu merasa takut dan gentar, karena Sang Khalik adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan tertidur. Dia mampu menjaga dan menaungi umat-Nya. Tuhan sanggup melindungi umat-Nya dari segala mara bahaya dan kecelakaan. Ia menjagai nyawa umat-Nya sampai kapanpun.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...