Pengosongan Diri

Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11

Belum ada komentar 35 Views

Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan bagaimana Yesus menyembut sengsara-Nya dengan menyuruh kedua orang muridnya untuk melepaskah seekor keledai muda (ay.2). Keledai inilah yang akan la tunggangi untuk masuk ke Yerusalem. Seakan Yesus ingin menunjukan nubuatan Nabi Zakharia bahwa Mesias yang lemah lembut akan datang mengendarai seekor keledai (Zakharia 9:9). Yesus menunjukan bahwa la adalah pemimpin yang datang dengan lemah lembut tidak menunggangi kereta perang, penuh kegagahan, yang seakan ingin mengancam pemerintahan Romawi dengan kekuatan politis, melainkan keledai (hewan yang sangat dekat dengan orang Yahudi, yang digunakan mengangkut barang dengan beban yang berat).

Atas perintah Yesus, para murid kemudian melepaskan keledai itu, mengalaskanya dengan pakaian mereka, dan kemudian Yesus naik keatasnya. Pakaian yang dilepas untuk mengalasi keledai, adalah sebuah bentuk penghormatan yang luar biasa dari para murid kepada Yesus. Penghormatan pada Yesus tidak berhenti hanya sampai di situ saja, ketika Yesus masuk ke Yerusalem, banyak orang menghamparkan pakaiannya di jalan, dan ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau (ay.8): hal ini merupakan cara orang-orang Yahudi menyambut dan menghormati seorang yang terkenal.

Banyak orang yang kemudian berjalan di depan dan mengikuti dari belakang berseru “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan”. Seruan “Hosana” berkaitan dengan hari Raya Pondok Daun, karena kata ini merupakan penekanan dari kata “selamatkanlah kami”. Rangkaian kata ini erat dengan Mazmur 118:25 yang sering kali digunakan oleh orang Yahudi sebagai nyanyian yang dilantunkan pada Hari Raya Pondok Daun, sembari semua lelaki (muda dan dewasa) melambai-lambaikan daun palem. Sehingga kata Hosana adalah ungkapan yang penuh dengan suka cita, Meski kata Hosana adalah ungkapan permohonan, namun ungkapan ini sering dipakai sebagai seruan pujian bagi Allah. Dalam tradisi Israel ada Hari Pondok Daun (Bahasa Ibrani : mmoor ,ni30sukkot), merupakan sebuah perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen selama tujuh hari berturut-turut. Pada hari raya ini biasanya orang Israel menggunakan daun-daun palem di Bait Allah

Dari bagaimana Yesus diperlakukan, kita dapat melihat bahwa Yesus memiliki pengikut yang begitu banyak dan menghormati-Nya. Sehingga dengan mudah, Yesus dapat melakukan gerakan bawah tanah yang menyerang kembali Pemerintahan Romawi kala itu. Namun bukan jalan itu yang la pilih, bukan jalan yang kebanyakan manusia bayangkan, melainkan dengan rendah hati la tetap menjalankan kehendak Bapa-Nya, menjalankan perjalanan sengsara dan memikul salib. Inilah tindakan kenosis atau pengosongan diri, mengosongkan diri dari kehendak atau keinginan sendiri dan sepenuhnya menerima kehendak Sang Bapa.

Kiranya Allah memampukan kita untuk meneladani-Nya. Amin

ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kemuliaan Bagi Sang Raja
    Daniel 7:9-10, 13-14; Mazmur 93; Wahyu 1:4-8; Yohanes 18:33-37
    Pada bacaan minggu, pesan keagungan nama Allah dinyatakan sangat kuat. Seluruh ciptaan mempermuliakan nama-Nya. Kemuliaan nama Allah ini dinyatakan...
  • Saat Terakhir
    Daniel 12:1-3; Mazmur 16; Ibrani 10:11-25; Markus 13:1-8
    Bicara tentang saat terakhir dari kehidupan ini selalu menggugah rasa ingin tahu kita. Kapan itu terjadi (seperti pertanyaan para...
  • Memberi dari Kekurangan
    1 Raja-raja 17:8-16; Mazmur 146; Ibrani 9:24-28; Markus 12: 38-44
    Memberi dari kelebihan itu melegakan karena kita merasa sudah dapat menyisihkan dari milik kita untuk orang lain. Memberi dari...
  • Mari Alami Kuasanya
    Apa harta berharga dalam hidup saudara? Dalam sebuah lagu dikatakan: Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling...
  • Kekuatan iman
    Markus 10:52
    Bartimeus adalah seorang buta. Rupanya kondisinya ini menyebabkan dia ia mengemis untuk bertahan hidup. Mungkin hanya kebetulan, Yesus lewat...