Pendetaku

Mazmur 103:1-14

Belum ada komentar 114 Views

Kehadiran pendeta dalam perjalanan panjang sejarah gereja, menimbulkan banyak kesan baik positif maupun negatif. Ada umat yang memandang pendeta begitu tinggi, ada umat yang menganggap pendeta adalah karyawan, yang lain memandang pendeta sebagai sahabat, sparing partner, orang tua, bahkan anak. Kesan baik atau buruk dan anggapan-anggapan itu di atas hadir dalam ruang relasi. Mau tidak mau, pendeta hadir dalam hidup gereja dan umat Allah.

Dalam perjalanan paling tidak ditemui tiga jenis pendeta. Pertama pendeta yang akrab dengan umat. Sering kali umat menjulukinya baik dan bijak. Kedua, tegas dan disiplin terhadap doktrin dan aturan. Seringkali umat menjulukinya penjaga aturan. Dan yang ketiga, terpelajar dan lebih memerhatikan studinya. Ketiga jenis ini terkadang membuat seorang pendeta terasa lebih melekat pada seorang atau sekelompok orang dalam gereja ketimbang pendeta lainnya. Memang, ketiga jenis ini sangat diperlukan dan tidak bisa diabaikan keberadaannya satu dengan yg lain.

Hari ini adalah khotbah terakhir di masa aktifnya dari pendeta kita, Pdt. Rudianto. Pdt. Rudianto sudah melayani begitu lama. Ia akan memasuki masa emeritus. Ia tetap adalah pendeta kita meski sudah emeritus. Tugas pelayanan firman, sakramen, dan pastoral tetap melekat sepanjang hayat meskipun ia tidak lagi perlu mengikuti rapat-rapat (kecuali diundang sebagai undangan atau nara sumber).

Pdt. Rudi begitu melekat dalam hati kita. Kelebihan sekaligus kekurangannya mewarnai relasi kita dengannya. Allah sungguh amat baik mengutus anak-Nya menjadi gembala bagi umat-Nya di GKI Pondok Indah.

Kita punya 10.000 alasan untuk bersyukur pada Tuhan atas kehadiran pak Rudi di tengah kita. Bagi saya, penulis, pak Rudi mewarnai banyak persimpangan jalan yg harus saya pilih. Ribuan perjumpaan mengukuhkannya untuk kusebut Bapak dan juga sahabat. Marilah umat Tuhan, kita mensyukuri kehadiran Allah dalam pelayanan Pdt. Rudi. Temukan dan nyatakanlah syukurmu itu.

(BA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...