Pendetaku

Mazmur 103:1-14

Belum ada komentar 147 Views

Kehadiran pendeta dalam perjalanan panjang sejarah gereja, menimbulkan banyak kesan baik positif maupun negatif. Ada umat yang memandang pendeta begitu tinggi, ada umat yang menganggap pendeta adalah karyawan, yang lain memandang pendeta sebagai sahabat, sparing partner, orang tua, bahkan anak. Kesan baik atau buruk dan anggapan-anggapan itu di atas hadir dalam ruang relasi. Mau tidak mau, pendeta hadir dalam hidup gereja dan umat Allah.

Dalam perjalanan paling tidak ditemui tiga jenis pendeta. Pertama pendeta yang akrab dengan umat. Sering kali umat menjulukinya baik dan bijak. Kedua, tegas dan disiplin terhadap doktrin dan aturan. Seringkali umat menjulukinya penjaga aturan. Dan yang ketiga, terpelajar dan lebih memerhatikan studinya. Ketiga jenis ini terkadang membuat seorang pendeta terasa lebih melekat pada seorang atau sekelompok orang dalam gereja ketimbang pendeta lainnya. Memang, ketiga jenis ini sangat diperlukan dan tidak bisa diabaikan keberadaannya satu dengan yg lain.

Hari ini adalah khotbah terakhir di masa aktifnya dari pendeta kita, Pdt. Rudianto. Pdt. Rudianto sudah melayani begitu lama. Ia akan memasuki masa emeritus. Ia tetap adalah pendeta kita meski sudah emeritus. Tugas pelayanan firman, sakramen, dan pastoral tetap melekat sepanjang hayat meskipun ia tidak lagi perlu mengikuti rapat-rapat (kecuali diundang sebagai undangan atau nara sumber).

Pdt. Rudi begitu melekat dalam hati kita. Kelebihan sekaligus kekurangannya mewarnai relasi kita dengannya. Allah sungguh amat baik mengutus anak-Nya menjadi gembala bagi umat-Nya di GKI Pondok Indah.

Kita punya 10.000 alasan untuk bersyukur pada Tuhan atas kehadiran pak Rudi di tengah kita. Bagi saya, penulis, pak Rudi mewarnai banyak persimpangan jalan yg harus saya pilih. Ribuan perjumpaan mengukuhkannya untuk kusebut Bapak dan juga sahabat. Marilah umat Tuhan, kita mensyukuri kehadiran Allah dalam pelayanan Pdt. Rudi. Temukan dan nyatakanlah syukurmu itu.

(BA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...