PEMBAWA KABAR BAIK

Yesaya 52:7-10

Belum ada komentar 73 Views

Betapa indahnya di atas bukit-bukit langkah-langkah orang yang membawa berita, yang mengabarkan damai sejahtera dan memberitakan kabar baik….(Yesaya 52:7a)

Seorang teman bercerita tentang seseorang di gerejanya, sebut saja Bapak X, yang sangat gemar mengkritik dan menyalahkan, baik kepada para pelayan ibadah maupun penyampai firman. Dalam setiap kegiatan gereja yang dihadiri oleh Bapak X, dapat dipastikan para anggotajemaat menjadi jengkel karena lelah mendengar kritikannya. Kehadirannya selalu membuat orang lain kehilangan kegembiraan. Tampaknya, Bapak X hanya berfokus pada mencari kesalahan yang belum tentu benar-benar ada.

Hal ini sangat berbeda dengan apa yang ditulis oleh Yesaya tentang kedatangan seseorang yang membawa kabar baik. Bahkan ketika masih berada di kejauhan, orang- orang sudah bergembira dan antusias menyambutnya karena ia membawa kabar sukacita yang menggembirakan hati. Kedatangannya membangkitkan semangat bahwa hidup ini tetap dapat dijalani, sekalipun penuh tantangan dan kesulitan. Seperti kegembiraan seorang anak kecil ketika melihat ibunya datang, yang membuatnya merasa aman dan yakin bahwa semua kebutuhannya akan tercukupi, termasuk mendapat limpahan kasih sayang.

Sukacita kita di hari Natal ini adalah karena di dalam Yesus kita telah diselamatkan. Kelahiran-Nya telah memberi sukacita dan semangat kepada para gembala, sehingga mereka mulai mengabarkan berita sukacita itu. Kita pun dipanggil untuk menjadi pembawa kabar baik, kabar sukacita, kepada setiap orang yang kita temui. Selamat merayakan Natal Kristus! [Pdt. Christa Charisda Hulu]

DOA:
Tuhan, jadikanlah kami pembawa kabar baik bagi semua orang yang kami temui. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 52:7-10; Mzm. 98; Ibr. 1:1-4, (5-12); Yoh. 1:1-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...